Kelompok Bersenjata OPM Ambil Alih Dua Kampung di Lanny Jaya, Papua

Reporter : | 31 Jul, 2014 - 14:19 WITA

JAYAPURA, (manado24.com) – Kelompok bersenjata yang merupakan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) dibawah pimpinan Puron Wenda melancarkan serangan dengan mengambil alih Kampung Pirime Balinga dan Kampung Kwiyawagi, menurut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, Papua.

“Puron Wenda sebelumnya melakukan aksi kriminal di Kabupaten Puncak Jaya. Mereka meninggalkan Puncak Jaya dan kini memilih bermarkas di Kabupaten Lanny Jaya,” ungkap Bupati Lanny Jaya, Befa Jigibalom seusai bertemu Pangdam XVII Cenderawasih, Mayjend TNI Christian Zebua dan Kapolda Papua, Brigjen Pol Jotje Mende di Jayapura, Rabu (30/07) sore, dikutip dari beritasatu.com.

Pada kesempatan itu dia meminta Polri dan TNI untuk segera mengambil tendakan tegas terhadap kelompok yang jumlahnya sekitar 100 orang itu karena menimbulkan keresahan.

Dia menduga aksi kelompok bersenjata itu dilatarbelakangi uang sebesar Rp 150 juta yang diminta kelompok tersebut tidak diberikan Pemkab Lanny Jaya.

“Saya menerima pesan pendek dari mereka yang meminta uang Rp 150 juta. Mungkin mereka melakukan aksi penyerangan ini, karena saya tidak memenuhi permintaan mereka. Sedikitnya kekompok bersenjata itu telah membunuh 30 aparat,” ujar Befa.

Befa juga mengungkapkan setelah insiden penembakan yang menewaskan dua anggota polisi di daerah Tiom, ibu kota Lanny Jaya, suasana sudah semakin terkendali. Warga sudah menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Memang di Distrik Maki dan Pirime di daerah Kampung Indawa, aparat Kepolisian masih bersiaga penuh dan mengejar pelaku penembakan aparat,” katanya.

Dalam insiden tersebut, dua anggota polisi, Bripda Zulqifli Bonyadone dan Bripda Yoga AJ Ginuni, meninggal dunia. Sedangkan Briptu Heskia, Bripda Alex Numberi, Briptu Rivaldo Mandowen, Brigpol Ronal Ohe, Bripda Maicon, dan Bripda Marinus Atatu hanya menderita luka-luka.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Sulistyo Pudjo, menyatakan pada Kamis (31/07) bahwa pihaknya terus mencari pelaku penembakan yang merupakan anggota dari kelompok pimpinan pimpinan Puron Wenda.

“Dalam pengejaran, kami terus berkoordinasi dengan Asintel Kodam XVII Cenderawasih untuk mendapat back up dari kesatuan TNI yang terdekat,” kata Pudjo.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on