Kisah Desa yang Diancam oleh IS Seluruh Warganya Akan Dibunuh Jika Tidak Berpindah Agama

Reporter : | 10 Aug, 2014 - 14:40 WITA

Negara Islam ,IS, ISIS, irak,

Para anggota IS yang sedang mengeksekusi korbannya

BAGDAD, (manado24.com) – Mereka tiba lengkap dengan senjata berat dan menumpangi selusin Humvee yang disita dari tentara Irak.

Ketika warga yang ketakutan melihat keluar dari jendela mereka, mereka melihat Kosho, desa tradisional mereka yang terletak di pegunungan Irak utara, telah dikepung oleh jihadis yang berjumlah lebih dari 200 orang yang merupakan anggota dari organisasi Negara Islam (IS) yang awalnya Negara Islam Irak dan Syria (ISIS).

Kemudian pemimpin mereka, seorang pria lokal dari Mosul menawarkan para penduduk desa kesempatan untuk menyelamatkan nyawa mereka.

“Dia mengatakan kepada kami bahwa baik kami menjadi Muslim atau mereka akan membunuh kami semua,” kata Falah dikutip, pemimpin desa yang mayoritasnya dari aliran Yazidi dari Mail Online Minggu (10/08/2014). “Kami menawarkan uang tetapi mereka tidak akan menerimanya.”

Batas waktu yang diberikan untuk warga Kosho untuk mengambil keputusan sampai tengah hari ini. Jika Warga menolak untuk mengkhianati iman mereka, seluruh isi desa yang dihuni sekitar 2.500 orang yang tidak bersalah mungkin akan dieksekusi.

“Jika kami tidak memiliki keluarga, kami akan mencoba untuk melarikan diri,” kata Falah. “Tapi kami memiliki banyak perempuan, anak-anak dan orang tua di sini. Bagaimana kami bisa meninggalkan mereka? ”

Hal ini diduga merupakan pertama kalinya organisasi itu menyerang dan mengancam akan membunuh seluruh warga desa setelah mereka mengumbar video-video pembantain di media sosial.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on