ISIS Bantai 400 Orang Yazidi dan Culik Keluarga Mereka

Reporter : | 17 Aug, 2014 - 15:43 WITA

ISIS, IS, IRAK, YAZIdiMANADO24 – Lebih dari 400 pria Yazidi tewas dan keluarga mereka diculik oleh militan di Irak utara, pejabat setempat mengatakan.

Seorang pejabat senior di Kementerian Peshmerga, di wilayah yang dikendalikan oleh Kurdi, kepada skynews.com mengatakan perempuan dan anak-anak telah diculik oleh pejuang Negara Islam (IS), juga dikenal sebagai Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS), dan membawa mereka ke Tal Afar, dekat Mosul.

Orang-orang dari desa Kocho dilaporkan tewas selama dua, 82 pada hari Jumat dan 312 lain pada Sabtu.

Sebelumnya, pejuang Yazidi, Mohsen Tawwal kepada AFP melalui telepon mengatakan bahwa ia melihat sejumlah besar mayar setelah memasuki desa.

“Kami berhasil masuk ke desa Kocho, di mana penduduk berada di bawah pengepungan, tapi kami terlambat,” katanya.

“Ada mayat di mana-mana. Kami hanya berhasil mendapatkan dua orang yang berhasil bertahan hidup. Sisanya telah tewas.”

Yazidi adalah orang-orang dari sekte minoritas dengan agama kuno telah dipaksa oleh IS untuk meninggalkan rumah.

IS telah menyapu sebagian besar Irak utara dan tengah, merebut Mosul dan mengancam Baghdad dan Kurdi ibukota Irbil.

Menteri HAM Irak, Mohammed al Sudani Syiah mengatakan militan telah menewaskan sedikitnya 500 komunitas Yazidi.

Beberapa korban, termasuk perempuan dan anak-anak, dikubur hidup-hidup, tambahnya.

Sekitar 1,5 juta orang terlantar akibat pertempuran sejak IS memuali serangan pada bulan Juni.

Organisasi ini lahir setelah Dewan Keamanan PBB melarang enam militan Islam pada hari Jumat dan mengancam sanksi terhadap siapapun yang membantu mereka.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on