Pemkot Manado Akan Perjuangkan Bantuan Bencana di APBD-Perubahan 2014

Reporter : | 19 Aug, 2014 - 20:18 WITA

Lumentut: Jajaran Pemkot Manado Harus Mampu Jelaskan ke Warga

MANADO, (manado24.com) – Walikota Manado DR. G.S. Vicky Lumentut, menegaskan jika jajaran Pemkot Manado akan memperjuangkan lagi bantuan bencana agar masuk di APBD-Perubahan Manado Tahun 2014 ini. Pasalnya, hingga kini masih banyak warga korban bencana banjir bandang 15 Januari lalu di Kota Manado, yang mempertanyakan alokasi dana bantuan bagi mereka lantaran hingga saat ini belum dirasakan.

Menurut Lumentut, pihaknya akan memperjuangkan tambahan dana bantuan itu di pos APBD perubahan Kota Manado, yang akan dibahas bersama para wakil rakyat yang duduk di Dekot Manado.

“Kami terus memikirkan serta mengupayakan alokasi dana bantuan bencana itu bagi warga yang diketahui tertimpa musibah yang tergolong dahsyat sepanjang sejarah Kota Manado. Namun sejujurnya, itu tak bisa dilakukan semudah membalikkan telapak tangan. Karena semuanya harus sesuai aturan dan ketentuan yang ada. Dimana, dana bantuan seperti itu harus jelas tertata dalam APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah,red) Kota Manado agar supaya tidak menjadi persoalan hukum di kemudian hari,” jelas Lumentut, disela-sela menghadiri Halal Bi Halal Pemkot Manado Selasa (19/08/2014) di Ruang Serba Guna Kantor Walikota,

Kata dia, tak ada orang yang menyangka di awal tahun 2014 lalu akan terjadi bencana besar yakni banjir bandang, sehingga yang pasti belum memasukan atau menata dana bantuan itu ke pos APBD Kota Manado. Oleh karena itu, pihaknya meminta warga korban bencana untuk bisa memahaminya.

“Tak ada dana yang di tahan-tahan Pemkot Manado, apalagi ingin menyunatnya. Begitu juga soal penggunaan anggaran, pihaknya tak berani mengeluarkan dana jika itu tak tertata dalam APBD. Untuk itu kepada seluruh jajaran Pemkot Manado, saya minta bisa menjelaskan atau memberi pengertian kepada keluarga dan warga korban banjir seputar alokasi dana bantuan. Agar tidak ada dugaan negatif dan fitnah, yang ditujukan ke pihaknya,” tegas GSVL seraya mengaku heran dan kecewa atas aksi demo warga korban banjir dari Sario belum lama ini.

Ditambahkan Lumentut, terkait dana bantuan sewa rumah huni Rp 3,6 juta yang telah disalurkan pemerintah pusat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, memang sedikit ada masalah. Sebab, ada warga korban banjir yang rumahnya tidak rusak berat dan hanyut. Tapi terlanjur didata, begitu juga sebaliknya yang rusak dan hanyut tidak terdata. Ini yang membuat ada perbaikan lagi data, yang diusulkan ke pemerintah pusat.

“Memang ada warga yang tak rusak rumahnya terlanjur didata tapi itu sudah dicoret dan diganti, tolong laporkan jika ada warga yang berhak menerima tapi tak terdata,” ujar GSVL seraya tak menampik adanya ke khilafan dari stafnya dilapangan seputar pendataan bencana lalu sekaligus meminta maaf atas kelalaian tersebut. (su)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on