Ancam Obama, ISIS Penggal Kepala Seorang Wartawan Amerika Serikat

Reporter : | 20 Aug, 2014 - 16:32 WITA

obama, ISIS, IS, James Foley, irak,

Video menunjukkan seorang pria, dianggap James Foley, berlutut di depan militan berpakaian hitam (foto: independent)

MANADO24 – Militan dari organisasi Negara Islam (IS) atau ISIS, telah merilis sebuah video yang menunjukkan seorang pria memenggal kepala seorang wartawan Amerika Serikat, dan mengatakan bahwa itu merupakan aksi balas dendam atas serangan udara AS di Irak.

Pesan mengerikan dalam video yang berjudul ‘Pesan untuk Amerika “, dengan jelas memperingatkan Presiden Barack Obama pembalasan lebih lanjut akan datang, termasuk pemenggalan seorang wartawan kedua.

(Baca Juga: ISIS Eksekusi 700 Anggota Suku di Suriah)

Seseorang yang diidentifikasi sebagai James Foley dan mengenakan pakaian orange terlihat sedang berlutut dan pria berpakaian hitam dengan topeng hitam berdiri di sampingnya, memegang pisau. “Saya meminta teman-teman keluarga dan orang-orang yang saya cintai untuk bangkit melawan pembunuh yang sebenarnya, pemerintah AS, apa yang akan terjadi bagi saya adalah hasil dari kepuasan dan kriminalitas mereka,” kata pria, yang tampaknya sedang membaca sebuah pernyataan yang sudah disiapkan.

Pria yang mengenakan topeng mengatakan: “Ini adalah James Wright Foley, seorang warga negara Amerika dari negara Anda. Sebagai pemerintah, Kalian sudah berada di garis depan dari agresi terhadap Negara Islam,”

(Baca Juga: ISIS Bantai 400 Orang Yazidi dan Culik Keluarga Mereka)

“Anda telah berencana untuk melawan kami dan mencari alasan untuk mencampuri urusan kami. Hari ini, Angkatan Udara militer Anda telah menyerang kami setiap hari di Irak.

“Penyerangan Anda telah menyebabkan korban di kalangan Muslim. Kalian tidak lagi memerangi pemberontak.

“Kami adalah tentara Islam dan negara yang telah diterima oleh sejumlah besar umat Islam di seluruh dunia.

“Jadi setiap upaya yang Anda lakukan, Obama, untuk menyangkal Muslim, hak-hak mereka untuk hidup dengan aman di bawah Khilafah Islam akan mengakibatkan pertumpahan darah bagi orang-orang Anda.”

Setelah mengatakan pernyataannya, ia kemudian memenggal kepala orang orang yang berlutut tersebut.

Gedung Putih mengatakan tadi malam, bahwa video itu belum dikonfirmasi apakah pria dalam video itu adalah Foley. Caitlin Hayden, juru bicara Dewan Keamanan Nasional, mengatakan dalam sebuah pernyataan dikutip dari independent.co.uk, Rabu (20/08/2014), “Intelijen bekerja secepat mungkin untuk memeriksa keaslian (video ini). Jika asli, kita akan dikejutkan oleh pembunuhan brutal seorang wartawan Amerika yang tidak bersalah dan kami menyampaikan belasungkawa yang terdalam kami kepada keluarga dan teman-temannya.”

 

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on