Selain Untuk Kecantikan, Suntikan Botox Ternyata Bisa Mengobati Kanker Perut

Reporter : | 21 Aug, 2014 - 21:17 WITA

Botox, kanker, kanker perut, vagotomy

(foto: morguefile)

MANADO24 – Suntikan Botox bisa memberikan pengobatan baru yang efektif untuk kanker perut, penelitian menunjukkan.

Pengobatan anti-kerut yang digunakan oleh banyak selebriti itu dapat memperlambat pertumbuhan tumor dengan memblokir sinyal saraf yang merangsang sel-sel induk kanker.

Dalam tes laboratorium, Botox yang terbuat dari toksin bakteri botulisme, terbukti ‘sangat efektif’ dalam menekan kanker lambung pada tikus.

Hasil yang menjanjikan telah membuat sebuah percobaan klinis awal yang melibatkan pasien manusia dengan kanker perut di Norwegia telah diluncurkan.

Botox yang diberikan mencerminkan pengaruh ‘vagotomy’ – operasi pengangkatan cabang saraf vagus lambung, yang mengatur proses terkait dengan pencernaan.

Pemimpin penelitian, Dr Timothy Wang, dari Columbia University Medical Centre di New York, mengatakan dikutip dari Mail Online, Kamis (21/08/2014): “Para ilmuwan telah lama mengamati bahwa kanker pada manusia dan tikus mengandung banyak saraf di dalam dan sekitar sel-sel tumor.

“Kami ingin memahami lebih lanjut tentang peran saraf dalam inisiasi dan pertumbuhan kanker, dengan berfokus pada kanker perut.

“Kami menemukan bahwa memblokir sinyal saraf membuat sel kanker lebih lemah, Itu menghilangkan salah satu faktor kunci yang mengatur pertumbuhan mereka,”

Botox mencegah sel-sel saraf melepaskan neurotransmitter, sinyal kimia yang disebut asetilkolin. Dalam perawatan kencantikan, memblokir acetilkolin mengurangi keriput dan dengan sementara melumpuhkan otot-otot wajah.

Neurotransmitter juga dikenal untuk merangsang pembelahan sel, oleh karena itu dikaitkan dengan kanker.

Penulis penelitian, Profesor Duan Chen, dari Norwegian University of Science and Technology mengatakan: “Efek anti-kanker yang luar biasa, terutama dengan vagotomy lokal atau dengan menyuntikkan Botox.

“Ini benar-benar mengejutkan kami. Temuan bahwa Botox sangat efektif sangat menarik. Kami percaya pengobatan ini adalah pengobatan yang baik karena dapat digunakan secara lokal dan menargetkan sel-sel induk kanker.

Botox dapat disuntikkan melalui gastroskopi (tabung tipis yang dimasukan dari mulut ke perut) dan hanya membutuhkan waktu beberapa jam bagi pasien untuk menjalani pengobatan.

Daripada kebanyakan pengobatan kanker standar, suntikan Botox kurang beracun, menyebabkan hampir tidak ada efek samping, dan relatif murah, kata para ilmuwan.

Namun, mereka juga mengatakan bahwa menggabungkan pengobatan ini dengan kemoterapi mungkin merupakan pendekatan yang paling efektif.

Pada tikus, kombinasi Botox dan kemoterapi meningkatkan tingkat kelangsungan hidup hingga 35% dibandingkan dengan hanya kemoterapi.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Science Translational Medicine, berfokus pada kanker perut stadium awal.

“Di masa depan, kami benar-benar ingin melihat bagaimana kita dapat menggunakan metode menargetkan saraf ini untuk menghentikan pertumbuhan tumor,” tambah Dr Wang.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on