Orang ini Berhasil Sembuh Dari Virus Ebola, Apa Obatnya ?

Reporter : | 22 Aug, 2014 - 12:57 WITA

Dr Kent Brantly, virus ebola, ZMap, Samaritan Purse

Dr. Kent Brantly saat sedang bekerja di Liberia (foto: samaritan purse)

MANADO24 – Seorang warga negara Amerika yang mengidap Ebola, Dr Kent Brantly dinyatakan telah sembuh dan berterimakasih kepada dokter, Tuhan dan obat percobaan untuk kesembuhannya. Tapi para ahli mengatakan tidak jelas apakah obat yang dikenal dengan nama ZMapp, menyembuhkan atau hanya menghambat penyakit mematikan itu.

Brantly dan rekannya sesama pekerja sosial Amerika, Nancy Writebol terjangkit virus saat bekerja di Liberia. Mereka menerima ZMapp dan dievakuasi dari zona wabah ke Emory University Hospital di Atlanta, di mana mereka diisolasi selama setidaknya dua minggu.

(Baca Juga: Virus Ebola: 600 Orang di Karantina Setelah Wanita Nigeria Jatuh Pingsan di Jerman)

“Hari ini adalah hari yang menakjubkan,” kata Brantly dikutip dari abcnews.go.com, Jumat (22/08/2014) setelah dikeluarkan dari rumah sakit. “Melalui perawatan Samaritan Purse dan tim misionaris SIM di Liberia, penggunaan obat percobaan, dan para ahli dan sumber daya dari tim kesehatan di Emory University Hospital, Tuhan terlah menyelamatkan hidup saya, jawaban langsung untuk ribuan doa.”

Brantly adalah manusia pertama yang menerima ZMapp, yang sampai saat ini hanya diuji pada monyet. Kondisinya membaik dalam waktu satu jam, menurut Samaritan Purse yang adalah organisasi kemanusiaan kristen. Tapi Dr Bruce Ribner, direktur unit penyakit menular Emory, mengatakan peran obat dalam kelangsungan hidupnya (Brantly) dan Writebol tidak jelas.

“Terus terang kami tidak tahu apakah itu menyembuhkan mereka, membuat perubahan, atau bahkan hanya menunda kesembuhan mereka,” katanya.

Dari enam orang yang diketahui telah menerima ZMapp, dua dinyatakan pulih, tiga telah menunjukkan peningkatan dan satu meninggal, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Bahkan perusahaan yang memproduksi obat tersebut, Mapp Pharmaceuticals yang berbasis di California, mengakui bahwa bukti obat itu benar-benar bekerja melawan virus Ebola masih kurang.

“Kami tidak tahu,” tulis mereka dalam website perusahaan, sembari menekankan bahwa diperlukan percobaan lebih lanjut untuk menentukan keamanan obat dan efektivitas.

Selain ZMapp, Samaritan Purse mengatakan Brantly juga menerima transfusi darah dari remaja 14 tahun yang selamat dari Ebola – pengobatan lain yang belum terbukti dengan hasil yang tidak diketahui.

“Kami tidak tahu apakah itu juga mempengaruhi kesembuhannya,” kata Ribner.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on