Obat Terlarang Baru Beredar di Jalanan, Lebih Mematikan

Reporter : | 23 Aug, 2014 - 23:43 WITA

Asetil fentanil, obat terlarang, heroin, kesehatan

(foto: foxnews)

MANADO24 – Sebuah obat terlarang yang relatif baru dan lebih mematikan dan disebut asetil fentanyl beredar bebas di jalanan, seorang peneliti mengatakan.

Asetil fentanil adalah obat penghilang rasa sakit yang kuat dan populer disebut fentanil dan lima kali lebih kuat dari heroin sebagai obat penghilang rasa sakit, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. Senyawa yang diproduksi secara ilegal ini diam-diam dicampur dengan heroin untuk membuatnya lebih kuat, atau dapat dijual dengan menyamarkannya sebagai pil oxycodone.

“Yang menakutkan dari obat yang beredar di jalanan ini adalah pengguna mungkin tidak menyadari jika mereka telah mengkonsumsi itu,” kata peneliti obat, John Stogner, dari departemen peradilan pidana dan kriminologi di Universitas North Carolina di Charlotte, dalam sebuah pernyataan dikutip dari foxnews.com, Sabtu (23/08/2014).

Beberapa kematian yang berkaitan dengan overdosis asetilĀ  fentanil telah terjadi di beberapa negara bagian di Amerika Serikat, termasuk Rhode Island dan Pennsylvania.

Wabah overdosis tersebut kemungkinan akan terus terjadi, tulis Stogner dalam sebuah laporan yang diterbitkan pada Minggu (17 Agustus) dalam jurnal Annals of Emergency Medicine.

Pengguna obat terlarang yang overdosis karena heroin atau murni asetil fentanil yang dipasarkan sebagai heroin muncul seolah-olah mereka telah overdosis heroin, mereka terlihat lesu dan bingung, dan memiliki napas pendek, detak jantung yang lambat dan tekanan darah rendah, katanya. Tapi, jika korban overdosis tidak merespon pengobatan standar untuk overdosis opioid, dalam dunia medis disebut nalokson, dokter mungkin dapat mempertimbangkan jika asetil fentanil mungkin adalah pelakunya.

Nalokson dengan dosis yang lebih besar mungkin dapat menyelamatkan pasien, kata Stogner.

Secara hukum, fentanyl asetil berada di wilayah abu-abu. Itu artinya ilegal untuk dikonsumsi manusia, namun, tidak diatur dalam hukum jika itu diberikan label “tidak untuk dikonsumsi manusia. “Ini memberikan celah hukum bagi distributor obat untuk mendapatkan keuntungan dengan mencampurkannya dengan heroin,” tambah Stogner.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on