Pemprov Sulut Dituding Lambat Salurkan Bantuan Tabung Gas Elpiji ke Korban Banjir Manado

Reporter : | 26 Aug, 2014 - 13:34 WITA

SULUT, (manado24.com) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), kembali dituding warga lambat menyalurkan bantuan tabung gas elpiji serta kompor, untuk korban banjir di Kota Manado yang terjadi pada Bulan Januari lalu. Pasalnya, bantuan tabung gas elpiji 3 kilogram ini, sampai kini hanya ‘terparkir’ di kantor gubernur Sulut.

“Sudah berapa bulan sejak terjadi bencana, bantuan tabung gas, kompor dan regulatornya hanya ‘terparkir’ di kantor gubernur. Harusnya itu sudah dibagikan,” ujar sejumlah warga korban banjir Manado saat berbincang dengan manado24.com.

Menanggapi hal itu, Kepala Biro Ekonomi Setdaprov Sulut Jane Mendur SE mengatakan, penyaluran bantuan gas elpiji 3 kg ini pasti dilakukan kepada masyarakat korban banjir. Namun, koordinasi sementara dilakukan dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bagi warga yang akan tinggal di rumah yang disiapakan pemerintah di Kota Manado berlokasi di Pandu.

“Saat ini rumahnya sementara dibangun, sehingga setelah selesai dan rumah siap ditinggal oleh para warga yang korban banjir, maka secara otomatis alat-alat keperluan rumah tangga, seperti, Gas Elpiji, Kompor berikut Regulator segera dibagikan,” jelas Mendur.

Kata dia, Pemprov sulut tak pernah menahan penyalurannya, namun semua butuh data serta siapa yang menerima, sehingga bantuan sosial ini diberikan kepada yang berhak mendapatkannya.

“Semua sementara dalam proses, sehingga koordinasi tetap dilakukan dengan pihak terkait agar bantuan sosial dalam bentuka alat rumah tangga ini dapat disalurkan tepat waktu dan tepat sasaran,” tambah mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Sulut ini.

Seperti diketahui, tabung gas elpiji, kompor dan regulator untuk korban bencana 15 Januari 2014 lalu, sudah ‘terparkir’ sejak akhir bulan Januari 2014 lalu. Bantuan itu, merupakan sumbangan pihak ketiga relasi Pemprov Sulut untuk membantu meringankan penderitaan para korban bencana alam lalu. Dari jumlah 6000-an tabung gas, sebagiannya sudah disalurkan dan kini tinggal sekitar 3000-an unit. Sebelumnya, rencana penyaluran akan dilakukan setelah selesai pelaksanaan Pemilu, untuk menghindari masuknya kepentingan politik. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on