Terima Pengobatan Eksperimental, Dokter Liberia Tewas Karena Virus Ebola

Reporter : | 26 Aug, 2014 - 14:02 WITA

obat, obat ebola, virus ebola, Dr Abrahim Borbor, liberia

Dr. Kent Brantly, pasien Ebola asal Amerika yang dinyatakan sembuh setelah mengkonsumsi obat ZMapp (foto: samaritan purse)

MANADO24 – Seorang dokter Liberia yang terjangkit virus Ebola dan menerima pengobatan eksperimental yang sebelumnya menyelamatkan pasien Ebola asal Amerika dinyatakan meninggal, manajer Fasilitas Elwa Ebola di Monrovia, Liberia, mengatakan kepada CNN pada hari Senin.

Dr Abrahim Borbor meninggal Minggu malam setelah tertular Ebola di Rumah Sakit JFK di Monrovia.

Borbor diberi ZMapp, obat yang sama yang diberikan kepada dua orang Amerika yang mengidap Ebola.

(Baca juga: Orang ini Berhasil Sembuh Dari Virus Ebola, Apa Obatnya ?)

Republik Demokratik Kongo juga melaporkan kasus Ebola baru di bagian utara kota, memicu kekhawatiran bahwa virus mematikan menyebar keluar dari Afrika Barat.

Dua orang di Gera dinyatakan positif Ebola, seorang juru bicara pemerintah, mengatakan pada Minggu.

Menteri kesehatan negara itu, Felix Kabange Numbi, membenarkan kasus dalam sebuah pernyataan yang disiarkan di televisi.

“Kita akan memberi pengobatan penting di semua lembaga medis di daerah Gera dan juga perawatan kesehatan gratis selama epidemi,” kata Numbi dikutip dari edition.cnn.com, Selasa (26/08/2014).

Sebuah laboratorium dan pusat karantina juga telah didirikan di kota yang berjarak sekitar 750 km dari ibukota Kinshasa itu.

Negara yang bertempat di Afrika Tengah itu mengatakan tes menunjukkan strain yang berbeda dari yang telah menewaskan hampir 1.500 orang di negara-negara Afrika Barat, Guinea, Sierra Leone, Liberia dan Nigeria.

“Wabah ini tidak memiliki hubungan dengan apa yang sekarang terjadi di Afrika Barat,” kata Numbi.

Ada lima jenis yang diidentifikasi dari virus Ebola; empat diketahui menyebabkan infeksi pada manusia: Bundibugyo Ebolavirus, Zaire Ebolavirus, Sudan Ebolavirus, dan Tai Forest Ebolavirus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan lab-nya sedang melakukan pengujian yang juga akan menentukan strain virus yang ditemukan.

Para ahli telah menggambarkan wabah di Afrika Barat sebagai yang terburuk dalam sejarah virus. Ebola pertama kali muncul pada tahun 1976 di Sudan dan Kongo, dan namanya diambil dari nama sebuah sungai dimana virus itu pertama kali ditemukan.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on