Kabupaten Mitra Kantongi 19 Desa Rawan Bencana

Reporter : | 27 Aug, 2014 - 17:19 WITA

RATAHAN, (manado24.com) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) Ir Rohana Nou MSi menyebutkan, berdasarkan data pemetaan wilayah bencana lembaga asal Jepang Japan International Corporate Agency (JICA)  beberapa waktu lalu, di Mitra terdapat 19 desa rawan bencana yang tersebar di 6 kecamatan.

“Kita telah adakan pemetaan dan hasilnya seperti itu,’’ kata Nou.

Eman kecamatan dimaksud adalah Ratahan Timur, Posumaen, Pasan, Touluaan, Touluaan Selatan dan Ratatotok. Sementara Tosuraya serta Lowu yang berada dekat Pusat Kota Ratahan masuk daerah rawan banjir.

Dua daerah rawan banjir lainnya adalah Belang serta Posumaen yang memang terletak di muara sungai.

Dari belasan titik longsor di enam Kecamatan, longsor paling banyak terjadi di seputaran Gunung Potong, Kecamatan Ratahan Timur. Di Kecamatan Ratahan Timur sendiri, selain Gunung Potong, terdapat sejumlah titik longsor di Desa Pangu 1, Pangu 2 serta Wongkay.

“Makanya, di sana kami pasang papan peringatan,” ujarnya. Selain Ratahan Timur, sebut dia, wilayah Touluaan pun harus waspada. Indeks kemiringan di dua wilayah itu mencapai 0,8 hingga 10. Ia mengimbau, masyarakat yang bermukim di bantaran sungai atau pinggir tebing untuk mengungsi. “Lebih baik selamatkan nyawa,” katanya.

Hingga kini, Nou mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya pencegahan bencana, salah satunya dengan membangun tanggul sepanjang kelurahan Lowu hingga Tosuraya. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on