Sekitar 40 Persen Jajanan Anak Sekolah Tak Memenuhi Syarat

Reporter : | 27 Aug, 2014 - 19:55 WITA

Mokodongan

Mokodongan ketika membuka apat advokasi pencegahan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan jajanan anak sekolah

MANADO, (manado24.com) – Ini patutu menjadi perhatian dari para urang tua murid. Pasalnya, berdasarkan pengawasan yang dilakukan BPOM, menunjukkan sekitar 40 persen jajanan anak sekolah, tak memenuhi syarat. Hal itu terungkap dalam rapat advokasi pencegahan penyalahgunaan bahan berbahaya pada pangan jajanan anak sekolah, yang dibuka Sekdaprov Sulut Ir. Siswa Rahmat Mokodongan, di Swissbell Hotel Manado, Rabu (27/8/2014).

Dalam sambutan Mokodongan, menekankan agar tingkat keamanan dari Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) harus terus diawasi. Hal ini agar tak memberikan dampak buruk untuk status gizi anak akibat terganggunya asupan gizi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dari anak sekolah.

“Keamanan pangan jajanan anak sekolah, sekecil apapun cemaran yang ada harus menjadi perhatian kita bersama. Apalgi, banyaknya peredaran produk pangan jajanan yang tak memenuhi syarat kesehatan,” ujar Mokodongan.

Menurut dia, pertemuan ini diharapkan memberikan dampak positif dan komitmen semua pemangku kepentingan, terkait tupoksi masing-masing dan melakukan tindakan pengawasan secara terstruktur dan terpadu.

“Ini supaya pencegahan penyalahgunaan dan penyaluran bahan berbahaya secara illegal akan terus diawasi,” tandasnya.

Kepada pihak terkait dengan pengawasan jajanan makanan, baik aparatur pemerintahan, BPOM maupun advokasi pencegahan penyalahgunaan bahan berbahaya pada jajanan anak, pihak swasta serta masyarakat, untuk bersama –sama berkomitmen agar jajanan anak bebas dari cemaran dan bahan berbahaya.

Sementara Kepala Balai Besar BPOM Manado Dra. Susan Gracia Arpan Apt, MSi, menegaskan, pertemuan ini dilakukan untuk meningkatkan pangan jajanan anak sekolah yang aman, bermutu dan bergizi.

“Serta memberdayakan stakeholder terkait di daerah ini, untuk pencegahan beredarnya jajanan anak yang berbahaya,” pungkasnya.

Menjadi pembicara dalam kegitan ini, Drs. Mutofa, Apt, M.Kes dan Ibu Christian Hardayani, SH, MML. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on