Disparbud Sulut Dinilai Tak Transparan Soal Proses Pemilihan Nyong – Noni Sulut 2014

Reporter : | 27 Aug, 2014 - 22:55 WITA

SULUT, (manado24.com) – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) selaku pihak panitia pemilihan Nyong – Noni Sulut, dinilai tak transparan dalam proses pemilihan Nyong – Noni Sulut Tahun 2014. Pasalnya, pihak wartawan yang hendak meliput kegiatan Nyong – Noni Sulut di ruang Mapaluse Kantor Gubernur Sulut, Rabu (27/8/2014), “diusir” salah satu staf Disparbud Sulut.

Seperti biasanya, juru bicara Pemprov Sulut DR. Jemmy Kumendong, memberikan informasi terkait agenda Gubernur DR. S.H. Sarundajang, Wakil Gubernur DR. DJouhari Kansil MPd, dan Sekdaprov Sulut Ir. S.R. Mokodongan.

Salah satu agenda Rabu siang tadi, adalah pertemuan Sekdaprov Mokodongan dengan peserta pemilihan Nyong dan Noni Sulut 2014 di ruang Mapaluse kantor gubernur.

Ironisnya, saat para wartawan yang biasa meliput di Pemprov Sulut sudah berada dalam ruangan pertemuan, tiba-tiba ditegur dengan kalimat tak mengenakan dari salah seorang staf Disparbud Sulut sebagai pelaksana.

“Kalian dari mana? Maaf, ini (kegiatan) tak perlu diliput. Kami sudah ada kontrak dengan salah satu media,” tandas oknum staf Disparbud itu.

Teguran tak bersahabat ini, memicu reaksi rombongan wartawan. Budi Rarumangkay salah satu wartawan yang kesehariannya meliput di Pemprov Sulut, menilai tindakan tak terpuji oknum staf Disparbud ini tak mencerminkan apa yang selama ini digaungkan Gubernur, Wagub dan Sekdaprov Sulut, terkait tranparansi informasi publik.

“Ini sangat tak beretika. Ini sudah bertentangan dan melanggar undang-undang pers nomor 40 tahun 1999,” ketusnya.

Kejadian ini pun mendapat tanggapan dari pengamat politik dan pemerintahan di Sulut Ir. Taufik Tumbelaka. Menurut dia, tindakan oknum Disparbud Sulut ini, berindikasikan ada “sesuatu” yang disembunyikan pihak panitia pemilihan Nyong – Noni Sulut 2014, yang notabene menggunakan dana APBD. Padahal, beberapa waktu lalu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat melakukan sosialsiasi terkait penyusunan dan penggunaan dana rakyat melalui APBD, harus Pro Rakyat.

”Kalau mau jujur, apa hasil hajatan seperti ini (Pemilihan Nyong – Noni Sulut,red) selama ini untuk rakyat? Yang ada justru menghamburkan uang rakyat. Saya berharap kedepan mungkin harus ada revolusi mental, baik panitia maupun para peserta pemilihan, agar betul-betul menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Setidaknya, rakyat Sulut menjadi bangga memiliki Nyong –Noni Sulut yang berkualitas, ketika tampil di pentas manapun. Jangan hanya jadi pajangan dalam setiap acara serimonial saja,” ketus Tumbelaka.

Sementara Kepala Disparbud Sulut Suprianda Ruru saat mengetahui insiden tersebut, mengaku terkejut. Bahkan dia langsung meminta maaf pada para wartawan yang biasa meliput kegiatan Pemprov Sulut.

“Saya atas nama pribadi dan institusi, meminta maaf atas kejadian ini. Saya sudah menegur oknum staf tersebut. Kami tak pernah bermaksud untuk melarang meliput, apalagi selama ini Pers sangat akrab dan sering meliput kegiatan kami. Sekali lagi kami minta maaf,” ujar Ruru didampingi Sekertaris Disparbud Sulut Grace Mandagi. (ton)

Baca Juga :

1 comment

  1. jones says:

    hahaha..apakah karena tidak ingin diketahui oleh publik bahwa pemenanh memang udah di plot ke salah satu oknum yang punya duit?
    Sudah terbukti, produk nyong dan noni sulut lima tahun terakhir ini tidak ada yg menonjol dan berprestasi. Apa yang mereka lakukan saat ini? hanya jadi pagar ayu kalau ada acara? penerima tamu jikalau ada pejabat tinggi yang berkunjung ke daerah ini?

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on