Vaksin Virus Ebola Sedang Dalam Tahap Pengujian

Reporter : | 29 Aug, 2014 - 09:33 WITA

Petugas kesehatan yang sedang membawa korban tewas akibat virus Ebola di Sierra Leone (foto: reuters/stinger)

Petugas kesehatan yang sedang membawa korban tewas akibat virus Ebola di Sierra Leone (foto: reuters/stinger)

MANADO24 – Seluruhnya ada 60 sukarelawan sehat yang akan diberikan vaksin ini bulan depan dalam percobaan yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Oxford University.

Jika vaksin berfungsi dengan baik seperti yang diujikan pada monyet, percobaan akan diperluas ke 80 orang di Gambia dan Mali.

Seluruh program uji coba dilakukan dengan cepat harus tunduk pada persetujuan etika, dengan tujuan menggunakan vaksin pada orang yang berisiko tinggi di Afrika Barat awal tahun depan.

(Baca juga: Orang ini Berhasil Sembuh Dari Virus Ebola, Apa Obatnya ?)

Angka terbaru menunjukkan bahwa lebih dari 1.550 orang telah meninggal akibat virus ebola, dengan lebih dari 3.000 kasus telah dikonfirmasi, terutama di Guinea, Liberia dan Sierra Leone.

Ini adalah epidemi terburuk sejak penyakit itu pertama kali diidentifikasi 38 tahun yang lalu dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi wabah akan berlangsung selama berbulan-bulan, dengan dampak sedikitnya pada 20.000 orang.

Saat ini tidak ada vaksin untuk mencegah penyakit dan pengobatan yang terbukti.

Dikutip dari Mail Online, Jumat (29/08/2015), vaksin baru mengandung protein virus ebola tunggal dari strain yang menyapu Afrika Barat , orang yang diinokulasi dengan vaksin itu tidak akan mengembangkan penyakit.

Obat ini berbeda dengan eksperimental ZMapp yang digunakan untuk mengobati William Pooley, orang Inggris pertama yang tertular virus saat bekerja sebagai perawat di pusat kesehatan terpencil di Sierra Leone. (Baca: Terima Pengobatan Eksperimental, Dokter Liberia Tewas Karena Virus Ebola)

Pria 29 tahun itu saat ini berada dalam ruang isolasi di Rumah Sakit London Royal Free.

Uji coba vaksin baru ini akan dipimpin oleh Profesor Adrian Hill, dari Jenner Institute di Oxford University.

Vaksin ini dikembangkan bersama-sama oleh US National Institutes of Health (NIH) dan raksasa farmasi GlaxoSmithKline (GSK), bersamaan dengan vaksin ganda yang mengandung protein strain ebola yang ditemukan di Afrika Barat dan Sudan yang sedang diuji coba di Amerika Serikat.

Jika uji coba berhasil, vaksin akan segera dibuat oleh GSK dan diberikan kepada WHO untuk membuat program imunisasi darurat bagi masyarakat berisiko tinggi.

Prof Hill mengatakan jika berhasil menyelesaikan dua tahap percobaan pada sukarelawan sehat, bisa berarti vaksin siap untuk digunakan dalam skala besar di awal 2015.

Ia mengatakan hasil dari penelitian pada monyet menunjukkan profil keamanan yang baik dari protein virus ebola tunggal, yang menghasilkan antibodi tingkat tinggi dan sel darah putih untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Karena tidak mengandung bahan virus yang menular, vaksin ini tidak dapat menyebabkan orang yang divaksinasi terinfeksi dengan ebola.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on