Pria ini Tega Cincang Tubuh Orang Tuanya dan Simpan Kepala Mereka di Lemari Es

Reporter : | 08 Aug, 2014 - 00:10 WITA

Chau Hoi-leung, cina, Chau Wing-ki, pembunuhan cina

Chau Hoi-leung (foto: dailymail.co.uk)

BEIJING, (manado24.com) – Seorang pria Cina yang mencincang dan menyimpan kepala kedua orang tuanya di lemari es sekarang sedang menjalani persidangan untuk mempertanggung jawabkan aksinya yang tidak manusiawi.

Chau Hoi-leung, 30, telah dibesarkan oleh orangtua dengan penuh kasih dan memenuhi apapun permintaannya, menurut teman-temannya.

Tapi, ketika orang tuanya mengatakan bahwa dia harus mendapatkan pekerjaan dan berhenti untuk mendanai gaya hidupnya yang mewah, dia memutuskan untuk meninggalkan kedua orang tuanya dan menuduh mereka menelantarkan dirinya.

Kemudian, ketika orang tua Chau, Chau Wing-ki, 65, dan Siu Yuet-yee, 62, diundang oleh Chau makan siang di apartemennya di Hong Kong, mereka pikir anaknya sudah melupakan perselisihan yang terjadi.

Tapi pemikiran kedua orang tua malang tersebut terbukti salah, dengan bantuan temannya Tse Chun-kei, 36, Chau mencincang tubuh ayah dan ibunya dan memasaknya dengan nasi.

Pengadilan yang mengadili kedua orang tersebut mendengar bahwa mereka sudah merencanakan pembunuhan tersebut selama tiga bulan.

Mereka membeli pisau dan lemari es besar untuk menyimpan mayat yang dipotong-potong, serta mencari microwave dan rice cooker.

Detektif yang menyelidiki kasus tersebut mengaku terkejut ketika mereka tiba di apartemen pria itu untuk mencari petunjuk setelah orang tuanya dilaporkan hilang pada bulan Maret, dan mereka menemukan dua kepala yang disimpan di lemari es.

Bagian tubuh lainnya ditemukan di lemari es dan noda darah masih terlihat di lantai. Bagian tubuh lain telah dikemas ke dalam kotak makanan.

Dalam pembelaannya Chau mengklaim bahwa ia tidak bisa disalahkan karena ia merasa sakit hati karena ditinggalkan oleh orang tuanya, tetapi ditolak oleh jaksa yang menuntut kedua orang itu akan dihukum karena pembunuhan.

Dia juga telah mencoba untuk menutupi kematian dengan melaporkan orang tuanya hilang dan mengatakan kepada polisi bahwa orang tua malang itu telah mengatakan mereka akan ke Cina daratan untuk bersenang-senang.

Detektif yang curiga memutuskan untuk memerikan tempat tinggalnya dan tidak hanya menemukan mayat, tetapi juga menemukan catatan dan kwitansi yang menunjukkan matangnya rencana pembunuhan yang diatur oleh kedua orang itu.
Sidang untuk kedua pembunuh itu masih berlanjut.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on