Rabies Tewaskan Lima Orang, Pemerintah Cina Bantai 4.900 Anjing

Reporter : | 08 Sep, 2014 - 14:37 WITA

Baoshan, Yunnan, cina, rabies, anjing

(foto: morguefile)

MANADO24 – Pihak berwenang telah membantai hampir 5.000 anjing di satu kota di Cina setelah rabies disalahkan atas kematian lima orang, kantor berita resmi Cina, Xinhua melaporkan pada hari Minggu (07/09).

Pemerintah kota di Baoshan, Provinsi barat daya Yunnan, membantai 4.900 anjing dan memvaksinasi 100.000 anjing dalam rangka kampanye anti-rabies, Xinhua melaporkan.

Laporan itu mengatakan bahwa empat orang meninggal akibat rabies pada bulan Agustus dan satu pada Juli setelah digigit oleh anjing.

Wabah rabies relatif jarang terjadi dalam lima tahun terakhir, kata Xinhua. Pada tahun 2006, setidaknya 16 orang meninggal karena penyakit ini di provinsi timur Shandong.

Cina sering memerintahkan untuk mengeksekusi anjing liar dalam upaya untuk mencegah wabah rabies, tetapi, setelah anjing menjadi hewan peliharaan populer di beberapa daerah di negara itu, beberapa aktivis hewan telah mencela aksi pemerintah dan menyerukan hewan untuk divaksinasi atau disterilkan.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rabies adalah virus yang menyebar ke manusia melalui kontak dekat dari hewan, biasanya gigitan yang dalam atau goresan. Ini menyebar melalui sistem saraf pusat, menyebabkan peradangan fatal pada otak dan sumsum tulang belakang.

Pengobatan yang efektif dengan program vaksin dapat mencegah timbulnya gejala dan kematian.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on