Peneliti Berharap Ungkap Teks Rahasia Dalam Kitab Perjanjian Baru Kuno

Reporter : | 12 Sep, 2014 - 11:40 WITA

Codex Zacynthius

Undertext yang jelas terbaca dan ditimpa oleh ayat dari Evangeliarium (foto: PA)

MANADO24 – Codex Zacynthius dianggap sebagai naskah yang sangat penting dalam mempelajari perkembangan Kitab Perjanjian Baru. Ini berisi naskah abad keenam atau ketujuh yang sebagian telah hilang.

Sekarang, para cendekiawan berharap untuk mengungkap naskah tersembunyi ini setelah menyiapkan dana lebih £ 1 juta agar naskah tersebut tetap tersimpan di sebuah universitas di Inggris.

Masa depan Codex Zacynthius telah diragukan setelah British and Foreign Bible Society yang memiliki naskah tersebut selama lebih dari 200 tahun, memutuskan untuk menjualnya untuk mengumpulkan dana.

Namun, Perpustakaan Universitas Cambridge, yang telah menyimpan naskah itu sejak tahun 1984, berhasil mengumpulkan dana sebesar £ 1.1 juta untuk membeli kembali naskah tersebut.

Dr Rowan Williams, mantan Uskup Agung Canterbury yang mendukung kampanye penggalangan dana, menyambut baik berita itu, dengan mengatakan hal itu akan memungkinkan studi lebih lanjut.

“Penemuan dan identifikasi undertext merupakan cerita detektif yang menarik, ” katanya dikutip dari Mail Online, Jumat (12/09/2014).

“Dengan mengamankan naskah, kami berharap teknik pencitraan multi-spektral akan memungkinkan para peneliti untuk memulihkan teks tersembunyi.” tambahnya.

Meskipun undertext pertama kali diuraikan pada tahun 1861, diyakini itu memiliki kesalahan dan diharapkan dengan teknik modern dapat memberikan penerangan baru tentang isinya.

Codex Zacynthius memiliki 176 daun perkamen dan kulit binatang – pertama kali digunakan pada akhir abad ketujuh ketika tertulis dalam bahasa Yunani dengan teks Lukas 1: 1-11: 33.

Pada abad ke-13, sebagian isi dari naskah itu hilang dan ditimpa dengan teks dari Evangeliarium, buku yang terdiri dari ayat dari empat Injil.

Selama berabad-abad tidak ada teks yang pasti dari Perjanjian Baru sampai formulasi Textus Receptus pada abad ke-16.

Codex tidak digunakan dalam versi ini yang didasarkan hanya pada enam naskah dan selama berabad-abad standar edisi cetak dari Perjanjian Baru, bentuk dasar dari Kitab Luther Jerman, meskipun kekurangannya diketahui.

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on