Keluarga Mantan Gubernur Pertama Sulut Walkout di Sidang Paripurna Istimewa Tahun Emas Sulut

Reporter : | 23 Sep, 2014 - 23:58 WITA

mantan gubernur sulut

Ibu Neeltje Zus Ticoalu (istri mantan Gubernur FJ Tumbelaka) didampingi salah satu anaknya, Ir. Taufik Tumbelaka.

SULUT, (manado24.com) – Keluarga mantan Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Pertama Letkol. Frits Johanes Tumbelaka, melakukan walkout dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Sulut yang dipimpin Ketua DPRD Sementara Steven Kandouw, yang digelar di Grand Kawanua Internasional Convention (GKIC) Manado, Selasa (23/9/2014).

Aksi protes tersebut, berlangsung ketika Gubernur Sulut DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), akan menyampaikan pidato Tahun Emas Sulut.

Aksi itu pun, kemudian menjadi perhatian para pemburu berita, baik media cetak, dan elektronik.

Ibu Neeltje Zus Ticoalu (janda FJ Tumbelaka) saat keluar ruangan didampingi kedua putranya masing-masing Drs. Yahya Tumbelaka dan Ir. Taufik Tumbelaka, mengaku jika Pemprov Sulut sengaja melupakan perjuangan suaminya saat UU nomor 13 tahun 1964 keluar. Menurut dia, perjuangan bersama para tokoh agama dan masyarakat dan mantan Gubernur Tumbelaka, sehingga lahirlah Pemerintah Provinsi Sulut sebagai pemisahan dari Provinsi Sulawesi Tengah.

“Kami sengaja dilupakan,” ujar ibu Zus, dengan nada bergetar menahan tangis.

Sementara Taufik salah satu putra mantan Gubernur Tumbelaka, mengatakan jika dalam tayangan slide kalaidoskop dari pihak panitia saat sidang berlangsung, ayahnya (FJ Tumbelaka, red) hanya diberi durasi tak sampai sedetik. Sedangkan mantan gubernur lainnya diberi durasi sangat panjang.

”Harusnya menjadi pemimpin, mampu menghargai para pendahulunya. Tapi apa yang terjadi, membuat keluarga kami kecewa. Saya protes! tolong sampaikan protes kami ini kepada (Gubernur Sulut) Sinyo Harry Sarundajang,” ketus Taufik, dengan suara bergetar sambil menahan tangis.

Sebelumnya lagi ketika pelaksanaan upacara peringatan Tahun Emas Sulut di halaman kantor gubernur, keluarga Tumbelaka juga merasa kecewa, saat Gubernur Sarundajang menandatangani beberapa prasasti diantaranya, prasati gedung Graha Gubernuran Bumi Beringin Manado dengan nama Mantan Gubernur Sulut Mayjen Purn HV Worang.

“Almarhum FJ Tumbelaka dihargai di Provinsi Sulteng, Palu. Disana mereka menamakan salah satu pantai dengan nama pantai Tumbelaka. Sayang di Sulut sendiri dilupakan,“ tandas Taufik.

Sementara Gubernur Sarundajang ketika dikonfirmasi terkait aksi walkout keluarga Tumbelaka, usai sidang paripurna istimewa selesai, terlihat heran.

“Saya tak tahu apa penyebabnya. Tapi saya hormati, itu hak demokrasi,” ujarnya.

Ditanya soal pemberian penghargaan berupa penamaan atas sesuatu (jalan atau gedung, red) pada jasa Tumbelaka, menurut Sarundajang tetap akan diagendakan.

“Akan dilakukan secara bertahap. Kami juga tetap membantu para janda mantan gubernur. Ke depan, memang harus ada Peraturan Daerah (Perda) mengenai hal itu. Saya menghormati keluarga mantan gubernur Tumbelaka,” ungkap Sarundajang. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on