HUT ke-69, PMI Kota Manado Buka Toko Amal Kemanusian

Reporter : | 30 Sep, 2014 - 00:55 WITA

Ketua PMI Manado: Satukan Tekad Demi Totalitas Tanpa Batas Untuk Kemanusiaan

PMI Kota Manado

Peringatan HUT ke-69 PMI di Kota Manado.

MANADO, (manado24.com) – Dalam rangka peringatan HUT ke-69 Palang Merah Indonesia (PMI), PMI Kota Manado dibawa pimpinan Prof. Juleyta P.A Lumentut-Runtuwene, melaksanakan upacara bendera di lapangan Sparta Tikala, Senin (29/09/2014).

Apel akbar yang dihadiri sekitar 1.500 relawan, turut di hadiri Wakil Walikota DR Harley Mangindaan, Sekot Ir Haefrey Sendoh dan Ketua PMI Sulut, James Karinda SH.

Menarikanya dalam perayaan HUT tersebut, PMI Kota Manado secara khusus membuka “Indonesian Red Cross Manado Second Hand Shop” yang mungkin merupakan Toko Barang Bekas pertama yang dibuka PMI di seluruh Indonesia.

“Toko barang bekas PMI Kota Manado ini, dibuka untuk mendanai pekerjaan PMI Kota Manado sebagai bagian dari jaringan sukarela global yang menanggapi konflik, bencana alam, dan keadaan darurat individu. Contohnya, pada bencana banjir Januari lalu di Kota Manado, PMI Kota Manado menjadi tempat penyaluran bantuan perorangan maupun perusahaan, bahkan sumbangan dari masyarakat Indonesia di Jenewa (swiss) dan Inggris. Pendirian toko barang bekas ini merupakan upaya untuk bisa mandiri dengan membuka peluang partisipasi masyarakat yang lebih luas,” ungkap Prof Paula sapaan akrab Ketua PMI Manado.

Kata dia lagi, barang bekas yang dijual di toko PMI masih berasal dari sumbangan pengurus PMI kota Manado sendiri. Oleh karena itu, dia mengajak semua pihak yang terbeban untuk dapat memberikan sumbangan barang tidak terpakai yang kondisinya masih baik.

“Semakin baik kualitas barang sumbangan, semakin banyak dana yang dapat dikumpulkan dari menjual barang tersebut. Barang yang diterima dapat berupa pakaian, sepatu, asesoris, tas, dan peralatan rumah tangga. Sumbangan dapat diantar langsung ke toko amal PMI Kota Manado, Jln. Sam Ratulangi Nomor 120 Titiwungen Utara Manado, telp. 854460 (samping lorong masuk RS Pancaran Kasih) atau PMI kota Manado juga siap menjemput barang yang terlalu besar yang sulit diantar langsung penyumbang,” terang Prof Paula.

Sebelumnya, dalam upacara ketika membacakan sambutan Ketua Umum PMI Pusat Muhammad Jusuf Kalla, Prof Paula menyatakan bahwa PMI sebagai satu-satunya Lembaga Kemanusiaan Nasional didirikan berdasarkan ketentuan Konvensi Jenewa 1949 pada tanggal 17 September 1945.

“Sebagai anggota Gerakan Palang Merah dan Bulat Sabit Merah Internasional, PMI bekerja berdasarkan prinsip-prinsip dasar gerakan yaitu kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan dan kesemestaan,” tandasnya mengutip pernyataan Kalla.

Dari pantauan yang ada, toko ini berisi pakaian anak, remaja dan dewasa, seperangkat meja kursi, televisi dalam kondisi menyala, sepatu dan lain-lain. Selain barang bekas, juga tersedia bagian khusus barang baru yang harganya di bawah harga pasaran pada umumnya. Untuk itu, dengan datang berkunjung dan berbelanja di Toko Amal PMI ini. Maka itu berarti turut peduli menyumbang dan membantu, guna aksi Kemanusiaan tersebut. (su)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on