PT HWR Diminta Presentasikan Metode Operasional kepada Masyarakat Mitra

Reporter : | 10 Oct, 2014 - 09:55 WITA

RATAHAN, (manado24.com) – Solidaritas Hijau Pencinta Alam (SHPA) Minahasa Tenggara (Mitra) meminta perusahaan tambang PT HWR (Hakian Wellem Rumansi) untuk mempresentasikan kepada masyarakat mengenai sistem dan metode yang nantinya akan dilakukan saat perusahaan tersebut beroperasi.

Kepada wartawan, personil SHPA Mitra Frangki Matu mengungkapkan, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, saat ini PT HWR sementara melakukan pembebasan lahan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dari Pasolo Padang hingga Lobohan wilayah Ratatotok dengan luas 100 hektar.

“Sebelum masuk ke tahap operasi dan produksi, PT HWR harus terbuka kepada masyarakat mengenai cara kerja dan metode saat perusahaan ini beroperasi maupun pasca penutupan nantinya,” tegasnya.

Lanjut dia, PT HWR sendiri harus memiliki disain yang baik. “Jangan hanya merusak lingkungan, harus  jelas arahnya termasuk kontribusinya  untuk Kabupaten Mitra,” tukasnya.

Sementara Manajement PT HWR Corry Giroth saat dikonfirmasi mengatakan, PT HWR tidak akan memperoleh izin pinjam pakai dari Kementerian Kehuatanan jika belum mengantongi Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Kepala Dinas ESDM Mitra Dennij Porajow mengatakan, terkait sosialisasi AMDAL dan metode operasi itu, pihaknya belum lama ini sudah menerima pemberitahuan dari PT HWR mengenai pelaksanaan sosialisasi tersebut. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on