Busuk Pucuk dan Penebangan Pohon Kelapa Ancam Nyiur Tak Akan Melambai di Sulut

Reporter : | 21 Oct, 2014 - 11:28 WITA

MANADO, (manado24.com) – Sulawesi Utara (Sulut) merupakan daerah yang dikenal dengan sebutan Nyiur Melambai, karena merupakan salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia.

Namun, diperkirakan dalam beberapa tahun kedepan Nyiur melambai atau pohon kelapa yang merupakan komoditas andalan Sulut, terancam tidak akan lagi melambai di daerah ini, jika berbagai persoalan yang dihadapi petani saat ini seperti hama busuk pucuk dan aksi penebangan kelapa untuk kebutuhan kayu sebagai bahan baku meubel tidak diantisipasi secepatnya oleh pemerintah daerah.

Jus Pantow salah satu petani Kopra di Minahasa Selatan, mengungkapkan beberapa tahun terakhir ini permasalahan serius yang dihadapi Petani adalah busuk pucuk. Tapi menurutnya, persoalan ini terkesan tidak digubris pemerintah dalam hal ini Dinas Perkebunan dan Pertanian, melakukan sosialisasi intens kepada masyarakat soal langkah pencegahan apa yang harus diambil guna mencegah hama busuk pucuk ini.

“Memang sudah pernah dilakukan sosialisasi terkait hama busuk pucuk oleh Dinas Perkebunan Kabupaten Minsel. Namun tidak ditindaklanjuti dengan langkah kongkrit di lapangan, sehingga saat ini hama tersebut masih terjadi. Bahkan di kebun saya sudah ada puluhan pohon kelapa yang sudah mati akibat busuk pucuk ini,” ujar Pantow sembari berharap hal ini akan menjadinperhatian pemerintah.

Lain halnya dengan Herman Sidangoli petani Kelapa asal Kecamatan Ranowulu, yang mengaku memilih beberapa pohon kelapanya ditebang untuk bahan baku meubel, karena harga Kopra saat ini dinilai sangat murah, sehingga tidak lagi seimbang dengan biaya perawatan.

“Banyak petani kelapa di Kota Bitung saat ini lebih memilih kelapanya ditebang untuk dijual sebagai bahan baku kayu meubel, karena alasan harga Kopra murah,” katanya.

Akan halnya dengan permasalahan kelapa ini, pemerintah daerah diharapkan segera melakukan tindakan pencegahan masalah busuk pucuk dan penebangan pohon kelapa untuk bahan baku meubel, serta solusinya mengingat Kopra merupakan komoditi andalan Sulut, sehingga nyiur akan tetap  melambai di Sulawesi Utara. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on