Humphrey Apon Jabat Kepala BKKBN Sulut

Reporter : | 21 Oct, 2014 - 19:55 WITA

Kepala BKKBN Sulut

Pelantikan Kepala BKKBN Sulut

SULUT, (manado24.com) – Drs. Humphrey Apon MPA, resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), setelah dilantik Gubernur DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), di ruang Huyula kantor gubernur Sulut, Selasa (21/10/2014).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan (SK) Kepala BKBN Pusat Nomor 442/III/Peg/2014 tanggal 29 September 2014.

Dalam sambutannya, Sarundajang mengatakan jika BKKBN sebagai lembaga non pemerintah yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada presiden RI, memiliki tugas dan fungsi yang sangat berat di bidang kependudukan dan keluarga berencana apalagi saat ini penduduk Indonesia diperkirakan berjumlah sekitar 249,9 juta jiwa atau bertambah 13,4 persen juta jiwa sejak tahun 2010, atau artinya laju pertumbuhan penduduk mencapai 1,49 persen per tahun.

“Untuk Sulut di tahun 2013, memiliki jumlah penduduk 2.343.527 jiwa dengan laju pertumbuhan sebesar 1.4 persen. Diperkirakan, 25 atau 50 tahun kedepan jumlah penduduk akan meningkat mencapai 5 sampai dengan 6 juta jiwa,” terang Sarundajang.

Menurut dia, hal ini merupakan tanda awas bagi kita selaku stakeholder pembagunan, lebih khusus bagi BKKBN. Pasalnya, berbicara masalah pengendalian penduduk jauh lebih penting.

“Ledakan yang kita takuti sekarang bukan bom atau meletusnya gunung berapi, tapi yang ditakuti dunia saat ini adalah ledakan penduduk. Sekarang saja jumlah penduduk dunia sudah mencapai tujuh miliar. Jika berkembang menjadi 8-9 miliar maka dunia tak bisa lagi memberi makan, sebab lahan pertanian menjadi berkurang. Jika dibiarkan bisa menimbulkan sejumlah permasalahan baru, karena pertumbuhan penduduk sulit lagi dikendalikan. Seperti contoh negara China salah satu negara yang memiliki penduduk terbanyak dunia, kini mereka berhasil mengembangkan tehnologi sehingga sekarang mereka mampu mengekspor beras sebaliknya Indonesia dengan lahan pertanian cukup luas namun masih mengimpor beras,” jelas Sarundajang.

Ditambahkannya, untuk BKKBN Sulut diharapkan mampu mencari pola-pola pengendalian kelahiran penduduk sehingga bisa dikontrol produktifitas kelahiran.

“Saya berharap Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulut yang baru, dapat bersinergitas dan bekerjasama secara terpadu dan berkelanjutan dan berani melakukan perubahan-perubahan sekaligus menciptakan terobosan-terobosan baru yang mampu mensolusikan berbagai permasalahan di bidang kependudukan dan keluarga berencana dalam mewujudkan Sulut berbudaya, berdaya saing dan sejahtera,” pungkasnya.

Diketahui, Humphrey Apon sebelumnya sebagai salah satu pejabat Eselon III di BKKBN Jatim, menggantikan pejabat lama Temasaro yang kini dipercayakan bertugas di BKKBN pusat sebagai Direktur Bina Ketahanan Remaja.

Turut hadir dalam pelantikan itu, Inspektur Utama BKKBN Pusat Dra Mieke Sangian. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on