SHS Tugaskan Mewoh dan Ringkuangan Hadiri Pra Rekonsiliasi Kasus Tataaran

Reporter : | 22 Oct, 2014 - 21:55 WITA

SULUT, (manado24.com) – Pemprov Sulawesi Utara (Sulut) dalam hal ini Gubernur DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), seriusi penyelesaian kasus tawuran antara warga Kelurahan Tataaran II Kecamatan Tondano Selatan dan mahasiswa asal Papua yang terjadi Minggu (19/10/2014) akhir pekan lalu.

SHS sapaan familiar Sarundajang pun, mengutus dua pejabat Pemprov Sulut masing-masing Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Drs. Roy Mewoh DEA dan Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian (Orpeg) Jemmy Ringkuangan AP MSi, memimpin pertemuan Pra Rekonsiliasi antar kedua pihak yang bertikai, yang dilaksanakan di gedung Gereja Siloam Tataaran Tondano, Selasa (21/10/2014) malam.

Ringkuangan yang juga penduduk asli Tataaran Patar Tondano ini kepada wartawan mengatakan, tujuan pertemuan itu guna merekam apa yang menjadi kebutuhan masyarakat, terkait berkembangnya berbagai aksi anarkis yang mengarah pada terjadinya konflik sosial di Tataaran Tondano.

“Dalam pertemuan itu, saya sampaikan supaya masyarakat dan para mahasiswa Papua, dapat menahan diri dan tak mudah terprovokasi dengan isu serta prilaku oknum yang dapat mengakibatkan rusaknya kehidupan harmonis di Tataaran,” ujar Ringkuangan, sembari mengaku prihatin atas kejadian tragis tersebut.

“Kejadian ini harus jadi pelajaran bagi semua pihak yang ada di Tataaran Patar Tondano, dan tak bisa terjadi lagi,” tegas Ketua KNPI Minahasa ini.

Kata dia, dalam pertemuan tersebut sejumlah masyarakat berharap agar pemerintah daerah memfasilitasi berbagai aspek kehidupan sosial di Tataaran, sebagai daerah yang rawan terjadinya berbagai aksi kejahatan. Salah satunya, terbatasnya infrastruktur penunjang seperti penerangan lampu jalan. Selain itu, diadakannya Pos Polisi tetap di Tataaran sehingga dapat secara cepat dan tepat meredam berbagai gejala sosial yang muncul di lokasi tersebut.

“Harapan masyarakat ini disampaikan agar semua pihak mampu menahan diri, dan rakyat Tataran cinta damai. Dan pihak luar yang hidup di Tataaran, juga dapat mengikuti aturan dan norma-norma yang berlaku di daerah tersebut. Kami menerima siapa saya untuk tinggal di Tataaran, karena Tataraan adalah bagian integral dari NKRI tetapi mereka harus taat asat dan taat hukum,” ungkap Ringkuangan, mengutup pernyataan salah satu tokoh masyarakat Tataaran.

Lanjutnya menyampaikan permintaan salah satu perwakilan masyarakat, jika selama ini masyarakat Tataaran tak pernah memulai terjadinya pertikaian dengan pihak luar. Mereka hanya berupaya meredam tindakan anarkis yang dilakukan segelindir oknum pihak luar tetapi tak bisa menduga dapat berakibat fatal seperti itu. Ke depan mereka berharap agar aparat keamanan secara aktif mengontrol situasi dan kondisi di Tataaran.

“Hasil pertemuan ini, melahirkan beberapa rekomendasi dan catatan kritis, diantaranya masyarakat akan membantu aparat dalam pengamanan wilayah dan bersinergi dengan pihak-pihak terkait,” terang Ringkuangan.

Ditambahkan dia, pihaknya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada semua yang hadir, karena kehadiran para tokoh Tataaran yang sangat banyak malam itu, adalah tanda komitmen dan tekad untuk memperbaiki situasi keamanan dan ketertiban daerah mereka.

“Kami juga mengapresiasi aparat keamanan baik TNI dan Polri yang telah beerja keras mengamankan wilayah tersebut,” tandas Ringkuangan.

Hadir dalam pertemuan itu, Wakil Bupati Minahasa Ivan Sarundajang, Kapolres Minahasa AKBP Ronald Rumondor SIK MSi, Dandim Minahasa Letkol Teguh Harry Susanto, dan pemuka agama dan tokoh masyarakat dan sejumlah elemen masyarakat lainnya, serta BKSUA Kecamatan Tondano Selatan. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on