Diduga Lakukan Pungli, Kepsek SMA 1 Tombatu Terancam Dicopot

Reporter : | 25 Oct, 2014 - 21:21 WITA

RATAHAN, (manado24.com) – Oknum Kepala Sekolah (Kepsek) SMA 1 Tombatu dengan inisial FW terancam dicopot dari jabatannya. Pasalnya, FW diduga melakukan pungutan liar (pungli) kepada murid dengan nilai Rp. 335.000 per-siswa.

“Katanya uang ini untuk membayar gaji guru honor, dan guna biaya untuk marching band,” ungkap sejumlah orang tua siswa kepada manado24.com, sembari meminta nama mereka tak disebut.

Mendengar keluhan tersebut, Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH naik pitam. Kata dia, dirinya akan memanggil oknum kepsek tersebut.

“Kalau ini terbukti pungutan, saya akan mencopot dia sebagai kepalah sekolah. Jangan kita bebani masyarakat dengan memungut biaya seperti itu. Walaupun ada kesepakatan bersama dengan komite sekolah, namun jika dana hanya untuk membayar guru honor dan marching band dibebani terhadap orang tua murid maka, saya akan membubarkan komite sekolah dan mencopot jabatan sebagai kepala sekolah,” ketus sumendap.

Sementara oknum Kepsek SMA 1 Tombatu ketika dimintai keterangan terkait dugaan pungli tersebut, menegaskan jika dana itu atas kesepakatan komite dengan pihak sekolah, guna membayar guru honor yang berjumlah 9 orang dan biaya untuk marching band.

“Memang awal telah ada kesepakatan antara komite sekolah dan pihak sekolah. Sebab, dana bos tak diperuntukan untuk membayar guru honor,” terangnya.

Ditambahkan dia, dikarenakan rencana biaya ini mendapat keluhan orang tua siswa, maka sudah kami batalkan lewat kesepatakan komite sekolah dan pihak sekolah.

“Pihak sekolah tak mengambil uang terhadap orang tua siswa,” tegasnya. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on