CV Tri Jaya Sakti Dinilai Warga Penyebab Tanah Longsor dan Banjir di Kelurahan Paceda

Reporter : | 14 Nov, 2014 - 11:32 WITA

BITUNG, (manado24.com) – CV Tri Jaya Sakti pemilik pelataran parkir kontainer yang saat ini masih sementara di bangun di Kelurahan Paceda, ditenggarai warga sebagai biang kerok terjadinya bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan Paceda.

”Sebelum perusahaan ini didirikan belum pernah sekalipun terjadi bencana banjir dan tanah longsor di Kelurahan kami. Namun sejak didirikan sudah dua kali mengalami longsor dan banjir. Tapi banjir kali ini yang paling dahsyat,” ujar Hofni Muhalim saat rapat dengar pendapat antara warga Paceda, CV Tri Jaya Sakti, SKPD terkait dan Komisi C DPRD Kota Bitung, Kamis kemarin.

Hal ini kata Hofni cukup beralasan, karena volume air yang mengalir ketika hujan deras di lokasi perusahaan tersebut, sangat banyak tidak sepeti biasanya, akibat tak ada lagi pepohonan atau daerah resapan air, karena telah ditebang pihak perusahaan.

”Ini yang kemudian mengakibatkan longsor hingga setengah badan jalan di depan pintu masuk areal parkir kontainer PT Tri Jaya Sakti, dan berimbas banjir yang menerjang area pemukiman. Diperparah lagi, di lokasi itu tidak ada drainase ,” bebernya.

Olivia Haalah warga lainnya, kemudian mempertanyakan izin perusahaan tersebut. Karena menurutnya dirinya dan warga sekitar lainnya tidak pernah dilibatkan atau menandatangani izin HO.”Pembangunan awal perusahaan saya sudah ragu karena kami tidak pernah menandatanagani rekomendasi sebagai syarat perusahaan didirikan. Apalagi yang kami ketahui di areal berdirinya perusahaan adalah area pemukimana bukan industri,” tandasnya.

Menanggapi hal ini Manager CV Tri Jaya Sakti Aan Mahmud, mengatakan bahwa dari tahap awal pembersihan pihaknya sudah mengantongi izin dan rekmomendasi Walikota, BLH, Dishub dan Dinas Tata Ruang.

Lain halnya dengan Recky Asia salah satu pengawas di perusahaan tersebut, yang mengakui bahwa memang pihak perusahaan belum menganongi izin HO dan IMB.

”Itu karena pemerintah kota Bitung, yang mengajukan salah satu persyaratannya yakni meminta lahan untuk dibuatkan jalan menuju Puskesmas 8 meter, kepada pihak perusahaan. Namun yang disanggupi pihak perusahaan hanya 4 meter. Hal itulah yang menyebabkan izin hingga kini belum keluar,” katanya.

Dinas Tata Ruang melalui salah satu staf pada hearing terebut,  mengakui bahwa pembangunan areal parkir CV Tri Jaya Sakti, hanya sementara, karena di daerah itu adalah area pemukiman. Dan jika jika KEK sudah jalan area parkir itu akan dipindahkan.

”Ini karena kebijakan pemerintah kota, ” katanya.

Sementara itu  Komisi C DPRD Kota Bitung, melalui Ketuanya Superman Gumolung akhirnya mengeluarkan rekomendasi terkait permasalahan ini diantaranya yakni, menghentikan sementara aktifitas perusahaan sambil menunggu terbitnya izin, merekomendasikan kepada pemkot Bitung, membentuk tim infestigasi guna merinci kerugian warga dan mencari solusi pembuatan saluran depan PT CV Tri Jaya Sakti dengan  dinas PU Kota Bitung. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on