Izin CV Trijaya Sakti Terancam Dicabut

Reporter : | 15 Nov, 2014 - 09:24 WITA

CV Trijaya Sakti, Paceda ,Kecamatan Madidir, Kepala BLH Kota Bitung, Jefry Wowiling

Longsor di depan CV Trijaya Sakti, di Kelurahan Paceda

BITUNG, (manado24.com) – CV Trijaya Sakti, perusahaan yang saat ini sedang melakukan pembangunan pelataran parker container di Kelurahan Paceda Kecamatan Madidir, terancam dicabut izin operasi di Kota Bitung.

Pasalnya dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan hidup (UKL) dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UPL) yang disusun CV Trijaya Sakti, belum sepenuhnya dilakukan pihak perusahaan yang dinilai sejumlah warga penyebab terjadinya banjir dan tanah longsor di Kelurahan Paceda.

(BACA JUGA: Diterjang Banjir, Puluhan Warga Paceda Mengadu di DPRD Kota Bitung)

“Contohnya, pada dokumen UPL dan UKL yang dibuat perusahaan, sebesar 30 persen lahan perusahaan untuk ruang terbuka hijau, namun ini belum sepenuhnya dilakukan. Dan tentu sanksi jika perusahan tidak komitmen terhadap UKL dan UPL kita layangkan surat teguran hingga tiga kali.  Apabilah tidak diindahkan kita rekomendasikan izin operasi perusahaan dicabut hingga dibekukan,” tegas kata Kepala BLH Kota Bitung Jefry Wowiling.

UPL dan UKL ini sendiri kata Wowiling adalah upaya pemilik perusahaan untuk memperhatikan, mengelolah dan memantau lingkungan dimana perusahaan tersebut berdiri.

“Artinya jangan sampai perusahaan merusak lingkungan sehingga merugikan masyarakat sekitar. Karena itu diingatkan kepada CV Treijaya Sakti untuk konsisten dengan dokumen UKL dan UPL yang telah dibuat. Jika tidak sanksinya pencabuatan atau pembekuan izin,” tandasnya lagi.

(BACA JUGA: CV Tri Jaya Sakti Dinilai Warga Penyebab Tanah Longsor dan Banjir di Kelurahan Paceda)

Seperti diketahui beberapa hari lalu, terjadi tanah longsor di Kelurahan Paceda tepat di depan areal parkir container CV Trijaya Sakti yang sementara dibangun, dan berimbas banjir sehingga sekitar 20 KK terancam kehilangan tempat tinggal. Kuat dugaan tanah longsor ini disebabkan karena adanya pembangunan areal parkir container CV Trijaya Sakti. Sebab menurut warga sebelum perusahaan ini berdiri belum sekalipun wilayah paceda RT 03 dilanda banjir. Tapi sejak adanya perusahaan di lokasi tersebut, tahun 2014 ini sudah dua kali terjadi longsor, akibat pohon telah ditebang pihak perusahaan dan tidak ada lagi daerah resapan air.(lou)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on