SHS Desak DEN Kembangkan Energi Terbaru di Sulut

Reporter : | 17 Nov, 2014 - 18:45 WITA

Guna Atasi Permasalahan Krisis dan Darurat Energi

dewan energi nasional

Pertemuan Pemprov Sulut dan Dewan Energi Nasional.

SULUT, (manado24.com) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS) mendesak supaya Dewan Energi Nasional (DEN), mampu melakukan pengembangan energi terbaru di Provinsi Sulut. Menurut Sarundajang, hal ini supaya krisis dan darurat energy di Sulut, bisa teratasi.

“Saya berharap dewan energi nasional lakukan pengembangan energi terbaru. Ini supaya bisa mengatasi krisis dan darurat energi,” demikian disampaikan SHS sapaan familiar Sarundajang, dihadapan Dewan Energi Nasional yang berkunjung ke Pemprov Sulut, Senin (17/11/2014).

Dijelaskan SHS, untuk potensi sumber energi di Sulut sangat banyak seperti matahari, angin, sungai, gelombang laut, dan arus laut. Terlebih, geoternal yang melimpah yang mampu menghasilkan 1000 MW.

“Tapi sayang, sampai saat ini sekitar 20 tahun hadir di Sulut, baru menghasilkan 60 MW. Ini lantaran banyaknya masalah birokrasi dan aturan yang perlu ditinjau, sehingga menghalangi investor masuk dan terjadi kelangkahan pasokan listrik di Sulut,” tandasnya.

Sementara soal Indonesia sebagai Poros Maritim dunia, SHS mengatakan untuk Sulut mempunyai tiga kabupaten kepulauan yang memerlukan energi karena interkoneksi antar pulau yang jauh sehingga terjadi kesulitan energi.

“Sebab akibat interkoneksi antar pulau yang jauh, menyebabkan harga BBM naik sudah dua kali lipat. Sebab di tiga daerah kepulauan ini, hanya terdapat satu depo pertamina sehingga kalau tak ada BBM, masyarakat sangat dirugikan dan terkadang tak beraktifitas,” terang SHS.

Disisi lain, orang nomor satu di Sulut itu memberikan usul kepada Dewan Energi Nasional, supaya dapat memberikan kewenangan kepada Gubernur soal masalah geoternal, agar tak terjadi timpang tindih antara pertamina dan PLN.

“Termasuk masalah Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang perlu ditinjau lagi, agar lebih fleksibel karena dalam hutan banyak terdapat sungai dan sumber energi yang dapat dikelola untuk kebutuhan dan mensejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Ketua tim Dewan Energi Nasional DR. Sonny Keraf, mengatakan tujuan kunjungan mereka ke Sulut, untuk melihat permasalahan krisis dan darurat energi di Sulut, sehingga perlu dibuat perencanaan jangka panjang kedepan berapa banyak energy yang dibutuhkan.

“Kedepan, solar cell akan dikembangkan dan energy nuklir adalah solusi terakhir yang akan digunalkan bila semua energi terbarukan telah terpakai,” pungkasnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on