Warga Nilai Kenaikan BBM Hanya Sengsarakan Masyarakat

Reporter : | 18 Nov, 2014 - 09:47 WITA

BITUNG, (manado24,com) – Kenaikan Bahan Bajar Minyak (BBM) bersubsidi sebesar 2000 Rupiah untuk jenis premium dan solar, oleh pemerintahan Jokowi-JK, dan mulai berlaku, sejak pukul 00.00 Selasa (18/11), dinilai sejumlah warga hanya menyengsarahkan masyarakat kecil.

BBM, Bahan Bakar Minyak, Jokowi JK”Kenaikan ini bukan kebijakan populis karena pada dasarnya masyarakat kecil yang sengsara akibat kenaikan BBM,” tandas Rocky Oroh salah satu aktifis buruh di Kota Bitung.

Karena naiknya harga BBM kata Oroh, dipastikan harga sembilan bahan pokok (Sembako) akan terkatrol. Sementara penghasilan masyarakat dan hasil komoditi tidak mengalami kenaikan.

”Imbasnya daya beli masyarakat akan turun karena penghasilan tidak seimbang lagi dengan kebutuhan hidup sehari-hari. Ini tentu sangat rentan terjadi masalah sosial,” ketusnya.

Harusnya kata Oroh, pemerintah bijaksana melihat kondisi masyarakat kecil sebelum menaikan harga BBM. Apalagi kabarnya harga minyak dunia saat ini mengalami penurunan.

”Dan saat ini pemerintah sudah harus mengambil langkah dalam memberikan kompensasi bagi masyarakat kecil yang menderita akibat dampak kenaikan BBM. Sehingga kenaikan BBM tidak akan menimbulkan masalah sosial,” pungkasnya. (lou)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on