Banyak SKPD Gelar Acara di Hotel, Kinerja Pemprov Sulut Disorot

Reporter : | 19 Nov, 2014 - 20:35 WITA

SULUT, (manado24.com) – Kinerja sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkup Pemprov Sulawesi Utara (Sulut), disorot sejumlah kalangan masyarakat. Pasalnya, menjelang berakhirnya Tahun Anggaran (TA) 2014, banyak SKPD kerap menggelar acara di sejumlah hotel di Kota Manado, dengan “dalih” seperti kegiatan workshop, sosialisasi, bimbingan teknis (bimtek), ataupun sejumlah kegiatan lainnya.

Seperti yang disampaikan pengamat politik dan pemerintahan di Sulut Ir. Taufik Tumbelaka. Menurut dia, harusnya penggunaan SKPD lebih memperhatikan penggunaan anggaran untuk kegiatan di hotel tersebut, yang notabene menggunakan Anggaran Pendapat dan Belanja Daerah (APBD).

“Inilah contoh bentuk ketidakpatunhan sejumlah SKPD di Pemprov Sulut terkait APBD yang pro rakyat. Harusnya anggaran tersebut lebih difungsikan untuk anggaran pelayanan sarana publik,” ujar Tumbelaka.

Lanjut anak mantan Gubernur Sulut pertama itu, setahu dirinya beberapa bulan yang lalu, Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) pernah melakukan sosialisasi terkait penggunaan APBD yang pro rakyat di Pemprov Sulut.

“Nah, harusnya ini diperhatikan para Kepala SKPD, dalam penyusunan anggaran APBD-P lalu. Bukannya seperti sekarang, banyak yang gelar kegiatan di hotel-hotel mewah,” tandas Tumbelaka.

Dia menambahkan, kondisi ini harus menjadi perhatian Gubernur Sulut DR. S.H. Sarundajang, Wakil Gubernur DR. Djouhari Kansil MPd, dan Sekdaprov Ir. S.R. Mokodongan, terkait penyusunan APBD Tahun 2015 nanti.

“Apalagi ada surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, terkait larangan pemerintah menggelar acara-acara di Hotel,” ingat Tumbelaka.

Sementara Wagub Sulut DR. Djouhari Kansil MPd, ketika dimintai tanggapan soal banyaknya SKPD menggelar kegiatan di hotel, mengatakan jika kegiatan-kegiatan tersebut untuk saat ini, masih diperbolehkan.

“Mungkin kalau sudah teranggarkan masih boleh dilakukan. Tapi berikutnya, itu dilarang,” kata Kansil.

Kata dia, pemangkasan anggaran yang dilakukan kedepan oleh Pemprov Sulut, bukan hanya kegiatan di hotel, namun juga kegiatan Makan-Minum dan perjalanan dinas.

“Semuanya itu dipangkas. Anggarannya dialihkan untuk pembangunan,” terang Kansil. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on