SHS: APBD Tahun 2015 Sulut Pro Rakyat!

Reporter : | 19 Nov, 2014 - 23:23 WITA

Gubernur Sulawesi Utara

Gubernur Sulawesi Utara DR. Sinyo Harry Sarundajang.

SULUT, (manado24.com) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), menegaskan jika APBD Provinsi Sulut Tahun 2015 nanti, benar-benar pro rakyat. Hal itu disampaikannya dalam rapat paripurna DPRD Sulut, dengan agenda penjelasan Gubernur terhadap Ranperda APBD Provinsi Sulut Tahun 2015, di ruang rapat paripurna DPRD Sulut, Rabu (19/11/2014).

Dijelaskannya, total pendapatan direncanakan sebesar Rp. 2.557.555.499.000 Triliun, dan meningkat hampir 100 persen dibanding dengan pendapatan Tahun 2011 sebesar Rp.1.339.429.086.105 Triliun.

“Rincian pendapatan asli daerah Rp.1.028.490.800.000 Triliun, dana perimbangan Rp. 1.191.740.699.000 Triliun, serta lain-lain pendapatan sebesar Rp.337.324.000.000 Miliar,” terang SHS sapaan familiar orang nomor satu di Sulut ini.

Sedankgan untuk belanja menurut dia, totalnya direncanakan sebesar Rp.2.641.789.104.310 Triliun, dengan anggaran belanja tak langsung terdiri dari belanja pegawai, subsidi, hibah, bansos, bantuan keuangan kepada provinsi, kabupaten/kota dan pemerintah desa, belanja tak terduga, dan belanja bagi hasil kepada Provinsi, Kabupaten/Kota dan pemerintah desa yag direncanakan sebesar Rp.1.517.143.591.687 Triliun, dan belanja langsung sebesar Rp.1.124.645.512.623 Triliun.

Kata dia lagi, untuk belanja publik yakni Rp. 2.061.166.830.073 Triliun atau sebesar 78 persen. Belanja aparatur hanya berkisar Rp. 580.622.274.237 Miliar atau sebesar 21.98 persen. Belanja rutin Rp. 682.270.552.983 Miliar atau sebesar 25.83 peren. Belanja pembangunan Rp. 1.959.518.551.327 Miliar atau sebesar 74.17 persen. Alokasi Pendidikan Rp. 434.675.410.000 miliar sebesar 16,45 persen. Kesehatan Rp. 183.939.288.00 miliar sebesar 8,76 persen. Disamping itu bantuan hibah terjadi peningkatan dari tahun 2014 sebesar 65,20 persen karena TA 2015 terdapat penyelenggaraan Pilkada, dengan rinciannya sebagai berikut, Hibah kepada pemerintah pusat (Pilkada) Rp.105.000.000.000 miliar, hibah kepada pemda lainnya Rp. 25.000.000.000 miliar, hibah kepada lembaga/organisasi Rp. 30.360.000.000 miliar, hibah kepada kelompok masyarakat Rp.22.742.500.000 miliar, hibah BOS satuan pendidikan dasar Rp.337.189.000.000 miliar, BOSsatuan pendidikan menengah Rp. 3.950.000.000 miliar.

“Adanya penghematan yang cukup besar pada beberapa komponen belanja APBD TA 2015 dari KUA PPAS awal yang dialihkan untuk dipergunakan padaanggaran infrastruktur dalam rangka pencapaian target RPJMD 2015, yaitu perjalan dinas sebesar 25 persen, rapat/ertemuan di hotel sebesar 75 persen, makan minum sebesar 50 persen serta ATK/ATM sebesar 10 persen,” tandas SHS.

Ditambahkan dia, untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan daerah bersumber dari sisa lebih perhitungan anggatan Tahun 2014 yang diperkirakan sebesar Rp.109.233.605.310 Miliar, sehingga sebesar Rp. 84.233.605.310 Miliar, rencananya akan dipergunakan untuk menutupi difisit belanja. Sedangkan sisanya sebesar Rp. 25.000.000.000 Miliar, rencananya akan dipergunakan untuk penyertaan modal (investasi) pemerintah daerah pada PT Bank Sulut.

“Untuk itu saya meminta perhatian serius seluruh kepada SKPD, dalam setiap pembahasan nanti. Proses pembahasan APBD 2015, harus dapat dilaksanakan sesuai dengan dan waktu yang telah ditetapkan,” ingatnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on