Sembel: Penggratisan Warga Lahendong di Danau Linauw Tomohon Bukan Solusi

Reporter : | 22 Nov, 2014 - 16:17 WITA

TOMOHON, (manado24.com) – Kompensasi yang diberikan pihak pengembang dengan menutup Sepadan Danau Linauw yakni menggatisskan warga Lahendong masuk lokasi ditanggapi politisi dan mantan anggota DPRD Kota Tomohon Drs Paulus A Sembel.

Menurutnya, itu bukan solusi. Pemerintah Kota Tomohon harus tegas, apalagi ini sudah menyangkut pendapatan asli daerah yang hanya dinikmati pengembang.

”Sistem kompensasi bukan seperti saat ini. Harusnya, pendapatan pagi hari untuk pengembang, sedangkan sore hari untuk kas pemerintah kota,” katanya kepada manado24.com.

Dsana yang masuk ke kas pemerintah, bisa dibagi antara kelurahan dan pemerintah kota.

”Bisa juga diserahkan ke LPM KelurahanĀ  untukĀ  berkontribusi di lokasi wisata,” jelas Sembel.

Sistem bagi shif tiap hari juga lanjutnya bisa diberlakukan. Dan, yang terpenting tambahnya, perizinan harus jelas dan tidak ada pilih kasih. Karena selama ini perizinan di Kota Tomohon banyak yang tidak jelas. Pengembang sudah membangun tanpa disertai dokumen lengkap tapi hanya dibiarkan pemerintah kota.

”Keseriusan pengembang untuk menjaga kelestarian lingkungan juga menjadi syarat dalam berusaha,” tukasnya. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on