Pemkot dan TPID Manado Gelar Rapat Antisipasi Kenaikan Harga Jelang Hari Raya

Reporter : | 25 Nov, 2014 - 00:21 WITA

Pemkot dan TPID Manado

Rapat jajaran Pemkot Manado dibawa pimpinan Walikota Lumentut, untuk antisipasi kenaikan harga jelang hari raya.

MANADO, (maado24.com) – Mulai meroketnya harga kebutuhan bahan pokok pasca kenaikan BBM (Bahan Bakar Minyak) dan guna mengantisipasi kenaikan harga Sembako jelang Hari Raya Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, membuat Pemkot Manado bekerja sama dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), langsung bergerak cepat untuk mengatasi persoalan perekonomian warga masyarakat Kota Manado.

Ini terbukti Senin (24/11/2014) di ruang rapat Toar Lumimuut Kantor Walikota, Walikota Manado DR. G.S Vicky Lumentut memimpin secara langsung Rapat TPID yang turut dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara, Luctor E Tapiheru, sejumlah perutusan seperti pihak Pertamina, PLN, pihak Supermaket, pedagang dan aparat terkait yang ada.

Dalam arahannya, Lumentut menyatakan bahwa upaya pengendalian Inflasi adalah dalam rangka menjamin kesinambungan perkembangan ekonomi. Kestabilan Inflasi merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional, yang tingkatnya harus bisa dikendalikan demi kesehjateraan masyarakat.

Menurut Lumentut, dengan Inflasi yang tinggi dan Fluktuatif akan berdampak negatif pada kondisi sosial ekonomi masyarakat. Selain mengurangi daya beli masyarakat, fluktuasi dan inflasi tinggi juga dapat mengganggu iklim usaha sehingga pada gilirannya akan menghambat pertumbuhan ekonomi di Kota Manado.

“Peran TPID sangat dibutuhkan untuk mengendalikan tingkat inflasi dengan terus melakukan identifikasi, evaluasi dan pemantauan dalam rangka pengendalian terhadap sumber dan potensi tekanan inflasi daerah, sekaligus merumuskan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi sumber permasalahan,” jelasnya.

Ditambahkan dia, peran TPID dalam menjaga tingkat inflasi di daerah juga memiliki arti penting bagi upaya pencapaian target inflasi nasional. Hal ini dikarenakan kondisi inflasi daerah memiliki pengaruh cukup besar bagi kondisi inflasi nasional.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Luctor E Tapiheru menjelaskan ada sejumlah usulan kegiatan TPID menjelang akhir tahun 2014 ini yang disiapkan pihaknya yakni, Inflasi di daerah banyak dipengaruhi oleh Supply Stocks sehingga pengendalian inflasi harus dititik beratkan pada supply management. Pemeraan surplus-defisit komoditas penyumbang inflasi daerah dan survei asal barang. Pemantauan harga dan evaluasi terhadap perubahan harga khususnya Barito. Memprioritaskan modal transportasi untuk distribusi pangan, dan mempersiapkan jalur distribusi alternatif. Stabilitas harga kebutuhan pokok melalui operasi pasar,pasar murah, inspeksi mendadak, dan publikasi informasi harga. Dan, menjaga ketersediaan stok pangan dan subsidi BBM.

Diketahui, rapat TPID Manado ini sendiri turut dihadiri Wakil Walikota DR Harley AB Mangindaan, Sekot Ir Hafrey Sendoh, pejabat teras Pemkot Manado dan sejumlah utusan pihak Pertamina, PLN dan perwakilan pedagang. (su)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on