SHS Serahkan Permendagri Batas Wilayah ke Empat Daerah di Sulut

Reporter : | 01 Dec, 2014 - 19:55 WITA

Gubernur Sulut

SHS ketika memberikan sambutan di rakor penyelesaian batas daerah dan rapat fasilitasi Forkopimda Provinsi dan kabupaten Kota Provinsi Sulut.

SULUT, (manado24.com) – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) DR. Sinyo Harry Sarundajang, menyerahkan Empat Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) tentang Segmen batas wilayah kepada empat Kabupaten/Kota di Sulut.

Penyerahan Empat Permendagri tersebut, dilakukan dalam rakor penyelesaian batas daerah dan rapat fasilitasi Forkopimda Provinsi dan kabupaten/Kota, yang digekar Biro Pemerintahan dan Humas Sulut di Graha Gumi Beringin Manado, Senin (1/12/2014).

Empat Permendagri yang telah diserahkan tersebut yaitu, segmen batas antara Kabupaten Bolmong Utara dengan Kabupaten Bolmong Selatan (permendagri No. 57 tahun 2014). Segmen batas Kabupaten Bolmong dan Bolmong Utara (Permendagri No. 58 Tahun 2014). Segmen batas Kota Manado dengaqn Kabupaten Minahasa (Permendagri No. 59 Tahun 2014). Dan segmen batas Kabupaten Bolmong dengan Boltim (Permendagri No. 60 Tahun 2014), yang diterima langsung Bupati dan Walikota masing-masing daerah.

Dalam sambutannya, Sarundajang berharap Kabupaten/Kota yang belum menyelesaikan batas daerahnya, termasuk segala permasalahan dan kendala yang belum selesai, segera untuk dituntaskan.

“Ini supaya masyarakat yang tinggal diwilayah perbatasan tak akan kesulitan,” ujar SHS sapaan familiar Sarundajang.

Disisi lain, terkait masalah bencana alam yang terjadi di daerah, harus menjadi tanggung jawab Bupati/Walikota.

“Oleh karena itu, gunakan dana mitigasi bencana yang ada dalam APBD, kalian jangan takut menggunakannya untuk membantu rakyat yang terkena musiba bencana. Pemerintah provinsi juga akan ikut membantu, tapi yang utama pemerintah kabupaten/kota yang harus melakukan,” jelas SHS.

Sementara Karo Pemerintahan dan Humas Dra Lynda Watania MM MSi, mengatakan hingga kini ada beberapa segmen batas yang sampai saat ini masih dalam tahapan fasilitasi pemprov Sulut, seperti segmen batas Bolmong dengan Bolsel, Minahasa dan Tomohon, Boltim dan Mitra, Boltim dengan Minsel, serta segmen batas Minsel dan Minahasa.

Sedangkan terkait pelaksanaan rakor tersebut dengan bertemakan mngembangkan sinergitas pemerintahan provinsi dan kabupaten/kota menuju Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan Asia Pasifik, menurut Watania bertujuan meningkatkan sinergitas peningkatan stabilitas wilayah dengan mewujudkan trantib sulut sebagai pintu gerbang indonesia di kawasan asia pasific.

“Selain itu, untuk meningkatkan korbinawas pengenalan peraturan dan perundang-undangan dalam hal pengendalian penyelenggaraan pemerintah daerah kabupaten/kota dan tertib administrasi,” ujar Watania.

Turut hadir dalam kegiatan itu, Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil MPd, jajaran Forkopimda Sulut, para Bupati/Walikota, Kapolres, Dandim dan para Camat se- Kabupaten/Kota. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on