SBSI Tomohon: Multi Mart Langgar UU 13 Tahun 2003

Reporter : | 04 Dec, 2014 - 09:28 WITA

TOMOHON, (manado24.com) – Menyikapi pemecatan 15 karyawan, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Tomohon menyatakan Multi Mart melanggar UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Untuk itu, Ketua SBSI Tomohon Yongkie Sumual menyatakan akan membela kepentingan para buruh yang diperlakukan tidak wajar oleh pihak perusahan.

”Proses pemberhentian belasan karyawan dilakukan di bawah tekanan dan paksaan yang berimplikasi pada tindakan pidana juga,” tegas sumual.

Kalau diberhentikan hanya karena mencicipi Salad Buah, padahal itu merupakan tugas karyawan dalam meracik sebelum dipajang untuk di perjualbelikan lanjut Sumual, itu merupakan pelanggaran integritas.

”Harusnya, sebelum dipecat diberikan teguran dulu. Tapi mekanisme tersebut tak dilakukan,” ketusnya.

Ia kemudian membeberkan sejumlah kejanggalan pihak managemen seperti kontrak kerja sama sekali tidak ada copian bagi karyawan, juga karyawan gajinya dipotong 2 persen dengan alasan Jamsostek tapi kenyataannya karyawan tidak pernah mengisi formulir jamsostek dan mendapat kartu dari pihak berkompeten, di mana karyawan hanya diberikan kartu kesehatan yang diterbitkan oleh multimart.

Sementara managemen Multi Mart sendiri melalui HRD Katty Supit mengatakan apa yang dilakukan sudah sesuai prosedur. (ark)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on