Penegak Hukum Didesak Turun Tangan di Kasus Dugaan Pungli BPN Mitra

Reporter : | 09 Dec, 2014 - 20:23 WITA

RATAHAN, (manado24.com) – Penegak hukum didesak turun tangan menangani dugaan Pungutan Liar (Pungli) di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Mitra.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra mendesak agar kasus tersebut segera ditangani oleh Aparat Penegak Hukum atau pihak kepolisian setempat. Pasalnya, Sesuai laporan dari sejumlah warga Desa Watuliney, Kecamatan Belang, ada pegawai BPN dengan inisial PP alias Panji melakukan pungutan sebesar Rp2 juta untuk pengurusan Prona Pertanian.

Bukan hanya itu, warga Desa Molompar dan Desa Tombatu Satu pun mengungkapkan ada oknum pegawai BPN lain lagi yang melakukan pungutan sebesar Rp1,5 juta.

Oknum yang melakukan pungutan di desa Molompar berinisial AT atau Agus alias Gio dan di Desa Tombatu Satu atas nama Anto.

Ketua LSM Mitra Vidy Ngantung mengatakan, itu sudah terindikasi korupsi yang dilakukan oleh oknum pegawai BPN.

“Kalau ada pungutan perlu dipertanyakan. Apalagi sudah mematok harga sekian. Maka, secara langsung pihak aparat atau kepolisian harus lakukan penyelidikan karena ini sudah merugikan warga dan terindikasi korupsi,” ujar Ngantung Selasa (9/12/2014).

Saat dikonfirmasi, Kepala BPN Mitra Remilin Sinurat, tak membantah kalau oknum-oknum tersebut adalah stafnya. Namun, terkait pungutan tersebut dirinya mengaku telah melakukan konfirmasi kepada mereka namun ternyata ungkapan warga tersebut tidak benar.

“Saya sudah menanyakan hal itu kepada ketiga staf tersebut dan mereka katakan bahwa tidak pernah lakukan pungutan kepada warga terkait pengurusan sertifikat Prona,” tuturnya. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on