PDAM Minahasa Tenggara Minta Pisah dari Minsel

Reporter : | 11 Dec, 2014 - 16:42 WITA

RATAHAN, (manado24.com)–Keinginan berdiri sendiri dari PDAM Minahasa Tenggara (Mitra) terus mengemuka. Pasalnya, pengelolaan management dari pihak PDAM Minsel dinilai amburadul dan tak ada perhatian lagi di wilayah Mitra.

“Dengan pendirian PDAM Mitra tentunya management kelembagaan akan semakin baik. Apalagi saat ini pelayanan air bersih kepada masyarakat semakin menurun. Hampir 80 persen pelayanan tak berjalan baik. Perbaikan pipa jaringan distribusi dan mesin pompa air tak kunjung dilakukan. Bahkan selama ini tak ada laporan dari PDAM Minsel ke Pemkab Mitra,” ungkap Kepala Kantor PDAM Minsel Unit Ratahan, Yeti Sanger , Kamis (11/12/2014).

Ada banyak persoalan teknis yang terjadi di lapangan akibat tak ada perhatian yang serius dari pihak PDAM Minsel. Bahkan gaji karyawan sudah tak di bayar kurang lebih tiga tahun belakangan ini.

Menurut dia, Pendirian PDAM di Wilayah Mitra didukung oleh sejumlah peraturan dan undang-undang, di antaranya UU No 7 tahun 2014 tentang Sumber Daya Air (SDA), PP No 16 tahun 2005 tentang pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dan Perda No 2 tahun 2012 tentang Pendirian PDAM Mitra.

“Juga berdasarkan UU No 13 tahun 2005 tentang pembentukan kabupaten Mitra, seharusnya pendirian PDAM dilakukan paling lambat 3 tahun sejak Mitra dimekarkan. Saat ini pemekaran wilayah Mitra sudah 7 tahun,” tukasnya. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on