Gubernur dan Bupati/Walikota di Sulut Diminta Dukung Pengembangan Sektor Maritim

Reporter : | 20 Dec, 2014 - 18:32 WITA

JAKARTA, (manado24.com) – Gubernur dan Bupati/Walikota di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), diminta untuk mendukung pengembangan sektor maritim. Hal tersebut ditegaskan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di Musyawarah Rencana Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) yang digelar di Gedung Bidakara, Jakarta.

Acara guna menyusun rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019 yang bertemakan “Pembangunan Berkualitas Menuju Bangsa Berdaulat Mandiri dan Berkepribadian”, dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, para menteri kabinet kerja, Gubernur Sulut DR. Sinyo Harry Sarundajang (SHS), bersama para Gubernur, bupati dan walikota Seluruh Indonesia, termasuk 15 Bupati/Walikota di Sulut.

“Kebijakan pemerintahan mengembangkan sektor maritim, diharapkan didukung para pejabat di daerah,” ujar Jokowi.

Lanjut dia, rencana pembangunan dan perluasan 24 pelabuhan, sentra perikanan, dan penindakan tegas pada kapal-kapal asing pencuri ikan, harus juga didukung pemerintah daerah.

“Untuk usulan pembangunan pelabuhan baru, diperlukan lahan yang memadai minimal 500 hektar. Ini jangkauannya masa depan, untuk mempermudah upaya perluasan pelabuhan di masa datang. Contoh yang di Surabaya sudah sulit untuk meluaskan pelabuhan karena kanan kirinya sudah dimiliki masyarakat. Jadi ongkosnya sangat mahal, mau tidak mau dipindahkan atau kalau mau ya reklamasi ke tengah,” terang Jokowi.

Disisi lain, mantan Gubernur DKI Jakarta itu, mengingatkan pemerintah daerah soal kebijakan publik yang benar dan tepat, menjadi syarat utama kemajuan suatu kota, provinsi dan negara.

“Kalau ada kebijakan publik yang benar dan tepat, maka majulah suatu kota…suatu provinsi… dan suatu negara,” ungkap Jokowi, sembari mencontohkan sejumlah negara sahabat yang tidak memiliki sumber daya alam namun bisa berkembang pesat karena penerapan kebijakan publik yang tepat dan benar.

“Saya berharap, penerapan kebijakan publik yang benar dan tepat maka sejumlah permasalahan yang membelit Indonesia dapat teratasi,” tandasnya.

Ditambahkan Jokowi, target pemerintahannya untuk mencapai swasembada beras dalam tiga tahun, dengan rencana pembangunan 49 waduk dan target 1 juta hektar irigasi. Selain itu,  target Indonesia dalam waktu dekat ini, yakni menyediakan 35 ribu megawatt listrik.

“Nah.. mengatasi hal-hal yang menghambat jalannya investasi di berbagai sektor terutama di daerah, harus segera diselesaikan,” pungkasnya. (ton)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on