Kematian Ibu dan Bayi Menjadi Perhatian Khusus Pemkab Mitra

Reporter : | 24 Dec, 2014 - 16:48 WITA

RATAHAN, (manado24.com)- Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi saat melahirkan di daerah Minahasa Tenggara (Mitra) menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan setempat. Berbagai sosialisasi yang selama ini digalakkan pun dinilai masih belum cukup.

Pasalnya, sekalipun sudah sering diingatkan, praktek tradisional saat melahirkan bayi dengan tidak melibatkan tenaga kesehatan, masih sangat sering dilakukan.

Kepala Dinas Kesehatan Mitra, dr Rinny Tamuntuan mengakui, di daerah ini masih banyak ibu hamil yang lebih suka menggunakan jasa ‘biang kampung’ atau yang dikenal juga sebagai dukun beranak, dari pada bidan.

Tenaga bidan di daerah ini sudah cukup memadai dan tersebar di setiap kecamatan yang ada.

“Faktor tradisi yang juga harus dimaklumi. Mulai dari perkembangan kehamilan hingga saat melahirkan, ibu-ibu hamil biasanya sangat bergantung pada jasa ‘biang kampung’. Walaupun ada tenaga bidan di sekitar yang siap melayani proses melahirkan,” ungkapnya.

Menyikapi kondisi ini, dirinya mengatakan bahwa pihaknya telah mencanangkan program kemitraan dengan para ‘biang kampung’ di masing-masing desa.

Terbososan itu dipandang perlu, mengingat peran biang kampung juga diakui sangat diperlukan. “Bagaimana pun juga, mereka sudah punya banyak pengalaman dalam menangani proses kelahiran bayi. Namun tentunya akan lebih baik jika didampingi oleh tenaga bidan,” tukasnya. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on