”Pilkada Tomohon Sebaiknya Tahun 2016”

Reporter : | 30 Dec, 2014 - 22:59 WITA

Diskusi Publik Perppu dan Pilkada Tomohon

Diskusi Publik Perppu dan Pilkada Tomohon

TOMOHON, (manado24.com)–Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tomohon di Sulawesi Utara sebaiknya dilaksanakan tahun 2016 mendatang. Demikian hasil rekomendasi Diskusi Publik yang dilaksanakan DPD KNPI Tomohon di Aula FKIP Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) Selasa (30/12/2014).

”Ya, hasil diskusi merekomendasikan kepada Pemkot dan DPRD Tomohon supaya berkonsultasi dengan Pemerintah Pusat, DPR-RI dan KPU supaya Pilkada Tomohon digelar tahun 2016,” kata Judie J Turambi SH, salah seorang peserta diskusi tersebut. Ada sejumlah alasan yang diputuskan dalam diskusi sehingga Pilkada Tomohon dinilai paling tepat dilaksanakan tahun 2016.

Pertama, jika Pilkada Tomohon digelar tahun 2016, itu sesuai dengan siklus 5 tahunan berakhirnya masa jabatan Walikota Tomohon, karena Jefferson Rumajar SE dan Jimmy F Eman SE Ak dilantik pada 7 Januari 2011.

Kedua, sesuai Perppu 1/2014 Psl 201 (2), pemungutan suara serentak dalam pemilihan Gubernur, Bupati, Walikota yang masa jabatannya berakhir tahun 2016, 2017 dan 2018, dilaksanakan di hari dan bulan yang sama pada tahun 2018, dengan masa jabatan gubernur, bupati dan walikota sampai 2020.

Pasal ini merugikan Tomohon sebab aspek politik, kalau Pilkada serentak di Sulut tahun 2018, aspirasi politik Tomohon terjadi kevacuman (selama 8 tahun, karena terakhir Pilkada tahun 2010.

Ketiga, gairah politik para kontestasi mengikuti kompetisi pada 2018 menjadi sangat rendah, karena pada tahun 2020 akan diadakan pemilihan serentak secara nasional. Dengan demikian Walikota terpilih pada tahun 2018 masa jabatannya hanya 2 tahun saja.

Keempat, Penjabat Walikota yang akan memimpin Tomohon tidakĀ  punya visi dan misi politik selama 5 tahun dan ini akan berpengaruh pada penyusunan program jangka menengah serta jangka panjang Kota Tomohon, di samping penjabat rendah komitmen politiknya dengan konstituen yang punya hak demokrasi.

Kelima, terjadi efisiensi anggaran jika digelar tahun 2016 karena dana Pilkada Rp250 juta telah disetujui pada APBD 2014 tinggal mau digunakan.

Hadir dalam diskusi Judie J Turambi SH (pemerhati politik) Ibrahim Tular, Josis Ngantung (tokoh pembentukan kota Tomohon), Steven Lalawi (aktivis), Stenly Kowaas SP dan Drs Hayanto Lasut (Komisioner KPU Tomohon), Maya Turang SH (Plt Ketua KNPI Tomohon), Yongkie Sumual (Sekretaris KNPI Tomohon). (ark)

Baca Juga :

1 comment

  1. SLY says:

    So Ganti dang Ketua KNPI Tomohon?? So ada SK Baru?

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on