Oknum Anggota DPRD Mitra Diduga Terlibat Pungli di DAK 2014

Reporter : | 04 Jan, 2015 - 23:00 WITA

RATAHAN, (manado24.com)– Proyek pembangunan ruang sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) 2014 Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) disinyalir banyak terjadi Pungutan Liar (Pungli). Diduga juga, ada seorang oknum berinisial SP yang meminta fee dari kepala sekolah selaku pelaksana proyek swakelola tersebut.

Sumber kuat di salah satu sekolah di wilayah Ratahan mengungkapkan, oknum anggota DPRD Mitra tersebut mendatangi pihak sekolah dengan menawarkan dua opsi terkait pelaksanaan kegiatan DAK di sekolah itu. “Opsi pertama anggota dewan itu menawarkan dirinya akan mengelola proyek, opsi kedua Kepsek yang mengelola tapi harus memberikan fee kepadanya,” ungkap sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan akhir pekan lalu.

Menurutnya, yang bersangkutan mengaku datang menawarkan dua opsi atas perintah Wakil Bupati Mitra Ronald Kandoli. Oknum anggota Dewan Mitra ini pun tak segan-segan mematok fee sebesar Rp60 juta. “Kata dia, entah cari dari mana pokoknya uang itu harus ada,” tukasnya.

SP sendiri ketika dikonfirmasi membantah hal tersebut. “Itu fitnah, sebab anggota dewan tidak boleh nyambi proyek,” katanya.

Dirinya kemudian menantang wartawan agar membuktikan tudingan kepadanya tersebut. “Itu tidak benar dan sebuah fitnah. Sebut siapa oknum yang mengatakan saya bermain proyek DAK. Ini adalah pencemaran nama baik, saya akan laporkan oknum yang bersangkutan ke pihak berwajib,” tegas SP. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on