Pemprov Sulut Dinilai Langgar Etika Diplomatik Sambut Kedatangan Dubes AS Untuk Indonesia

Reporter : | 07 Jan, 2015 - 22:22 WITA

Dubes AS untuk RI

Kedatangan Dubes AS untuk RI di Bandara Sam Ratulangi Manado

SULUT, (manado24.com) – Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake mengunjungi Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Rabu (7/1/2014). Kendatangan Dubes Blake bersama keluarga dan rombongan, disambut Wakil Gubernur Sulut DR. Djouhari Kansil MPd, Ketua DPRD Sulut, jajaran Forkompimda Sulut, dan para pejabat Eselon II Pemprov Sulut.

Proses penyambutan yang berlangsung di Bandara Samratulangi Manado tersebut, dosorot. Pasalnya, Pemprov Sulut dinilai melanggar etika diplomatik.

“Prosesi penyambutan Dubes Amerika untuk Indonesia di bandara Samratulangi Manado ini, bisa dianggap melanggar etika diplomatik. Seharusnya pak Gubernur (DR. S.H. Sarundajang) yang menyambut langsung,” nilai pengamat politik pemerintahan daerah Taufik Tumbelaka.

Menurut dia, berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 9 Tahun 2010 tentang keprotokolan pasal 13 ayat b, menyebutkan dalam hal acara resmi tak dihadiri Presiden dan atau Wakil Presiden, penyelenggara dan atau tuan rumah mendampingi pejabat negara dan atau pejabat pemerintah yang tertinggi kedudukannya.

“Semua tau, bukan hanya karena Dubes Amerika sangat berpengaruh di Indonesia, tapi kedatangannya itu bagian dari hubungan diplomasi internasional dan mungkin akan membuat keuntungan tertentu bagi Sulut,” lanjut Tumbelaka.

“Tidak perlu ditanya, tapi kalaupun mau ditanya, otomatis pasti Dubes Amerika kecewa. Bahkan mungkin akan ada rasa ketersinggungan karena dia (Dubes, red) mewakili Presiden Amerika Serikat,” terang Tumbelaka.

Disisi lain, anak mantan Gubernur Sulut pertama ini menyatakan, semua kegiatan ada skala prioritas. DPRD Sulut saja, sampai menunda masa sidang paripurna buka dan tutup tahun, untuk menghormati kedatangan Dubes Amerika.

“Tapi kalu pak gubernur punya pendapat lain, silahkan.. Sebab ini juga diatur dalam UU Keprotokolan,” tandasnya.

Tumbelaka menambahkan, berbeda dengan kendatangan Dubes Tiongkok waktu lalu ke Sulut dan ke Kota Bitung, mendapat perhtian khusus dari Pemprov Sulut dan didampingi Gubernur Sarundajang.

“Memang sekarang ini geopolitik lagi muncul kedua wilayah di dunia, yakni Amerika dan Tiongkok. Akan menjadi perhatian internasional ketika kedatanga Dubes ini. Bisa saja mereka bandingkan. Karena memang sekarang geopolitik dan ekonomi lebih mengarah ke Tiongkok. Semoga ini tak berpengaruh untuk Sulut,” kata Tumbelaka.

Sementara juru bicara Pemprov Sulut Drs. Yahya Rondonuwu menampik jika Gubernur Sarundajang sengaja mengabaikan penyambutan Dubes AS.

“Ketidakhadiran gubernur Sulut dalam penyambutan Dubes Amerika di bandara Samratulangi Manado, karena masih tugas luar di Jakarta untuk kepentingan daerah juga. Pak Gubernur baru tiba di Manado pukul 15.00 wita. Sedangkan kedatangan Dubes pada pukul 10.30 wita,” ujar Rondonuwu. (ton)

Baca Juga :

1 comment

  1. susan says:

    ah kurang jelas ini tumbelaka. Pengamat Politik dati mana dia? S2 saja tidak kelar

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on