Warga Tosuraya Selatan Mitra Ditemukan Tewas Membusuk di Perkebunan Wowolo

Reporter : | 14 Jan, 2015 - 21:30 WITA

RATAHAN, (manado24.com) – Hendrik Tololiu (46) warga Kelurahan Tosuraya Selatan, Kecamatan Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), yang sempat dinyatakan hilang sejak Rabu (07/01/2015), akhirnya ditemukan pukul 09.00 Wita, Rabu (14/1/2015).

Saat ditemukan, sudah tak bernyawa dan dalam kondisi yang sudah membusuk.

Deny Emor, Kepala Lingkungan IV Kelurahan Wawali Pasan yang merupakan saksi penemuan mengatakan, saat itu dirinya bersama dengan rekannya Agus Komalig sedang ke perkebunan Wowolo dengan tujuan mengambil buah kelapa.

Bagitu tiba di lokasi, tercium bau busuk. Tak tahan dengan bau yang menyengat tersebut, keduanya mencari sumbernya. Akhirnya Agus Komalig menemukan sumber bau tersebut.

Begitu menemukan mayat tersebut, Emor menelepon warga dan selanjutnya diteruskan ke Polsek Urban Ratahan.

Wakapolsek Ratahan, Herman Rugian bersama anggotanya langsung menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Saat mendapat laporan dari warga kami langsung meluncur ke TKP untuk memastikan adanya penemuan mayat tersebut. Kebetulan juga dalam sepekan ini pihak kami sedang melakukan pencarian warga yang hilang,” ujarnya.

Kendati tidak bisa dikenali lagi, namun dari ciri-cirinya, dipastikan bahwa mayat tersebut adalah orang yang selama ini mereka cari.

Dari tanda-tanda yang ditemukan, Hendrik diduga sempat memanjat pohon kelapa sebelum meregang nyawa karena ketika ditemukan kaki kirinya sudah patah.

“Kami menduga karena sudah kelaparan, sebelum meninggal Hendrik sempat memanjat pohon kelapa, tapi karena kondisinya sudah lemah, terjatuh sehingga kakinya mengalami patah tulang,” ujar Rugian.

Proses evakuasi yang dilakukan oleh pihak Polsek Urban Ratahan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Mitra, Koramil, Pemerintah Kelurahan Tosuraya, warga serta Keluarga Korban berlangsung selama kurang lebih 4 jam.

Setelah berhasil dievakuasi jasad tersebut dibawak ke kediamannya untuk dilakukan ibadah pelepasan.

Keluarga Hendrik pun terlihat histeris karena tidak menyangka akan terjadi hal yang seperti itu. Namun, karena kondisinya sudah mengenaskan maka jenazah Hendrik tidak diturunkan lagi melainkan tetap berada di mobil ambulans untuk segera disemayamkan setelah selesai ibadah pelepasan. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on