Keluarga Maengkom Klaim Pemilik Lahan Kantor Bupati Mitra

Reporter : | 15 Jan, 2015 - 10:29 WITA

keluarga Maengkom, mitra, minahasa tenggara, Piet Maengkom, Decky MaengkomRATAHAN, (manado24.com) – Aksi protes dilakukan pihak keluarga Maengkom selaku pihak yang mengklaim punya hak milik terhadap sebagian lahan kantor Bupati Minahasa Tenggara (Mitra). Aksi tersebut ditunjukkan dengan meletakkan papan peringatan di pintu masuk halaman kantor bupati.

Papan peringatan bertuliskan “Tanah ini milik keluarga Maengkom” terpampang jelas saat memasuki kantor bupati di kelurahan Wawali Pasan, Kecamatan Ratahan.

Pihak keluarga kecewa dengan langkah pemkab yang terkesan tidak proaktif menuntaskan persoalan sengketa lahan. Bahkan di beberapa bagian gapura pintu masuk sekolah SDN 1 Ratahan, terdapat semprotan pilox bertulis keluarga Maengkom.

Piet Maengkom dan Alfendy Rayo dari pihak keluarga Maengkom menuturkan jika selama ini, pemerintah Kabupaten Mitra telah keliru dengan melakukan pembangunan di atas tanah yang masih disengketakan.

Menurut mereka harusnya pemerintah Kabupaten Mitra, paham dengan aturan dan tidak mengambil risiko.

“Lahan ini milik keluarga kami. Di mana saat ini telah dibangun taman dan halaman kantor bupati. Sebagiannya lagi berdiri sekolah SDN 1 Ratahan. Itu kami sampaikan sejak lama ke pemkab. Tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya,” kata Alfendy diiyakan Piet yang tak lain adalah adik dari Tonaas Brigade Manguni (BM), Decky Maengkom Rabu (14/1/2015).

Mereka kemudian mendesak pemkab untuk segera menuntaskan sengketa. Pihak keluarga mengakui jika selama ini beberapa kali telah melakukan pertemuan. Namun hasilnya belum jelas.

“Kami hanya menuntut hak kami. Kita letakan papan agar pemerintah dan masyarakat tau. Kami berharap juga upaya serius dari Pemkab,” tambah Piet Maengkom.

Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah Kabupaten Mitra melalui Kepala Bagaian Pembangunan, Boyke Akay menjawab diplomatis. Dia menuturkan jika pemkab sangat menghargai sikap yang ditunjukan pihak keluarga Maengkom. Bahkan menurutnya setelah aksi yang dilakukan sejak pagi hari, dia sudah melakukan pertemuan dengan perwakilan keluarga.

“Intinya apa yang saat ini menjadi persoalan kita selesaikan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku,” kata Akay. (ten)

Baca Juga :

Leave a comment

Berita Pilihan

Pengembangan KEK Bitung Masuk Daftar Kerjasama Investasi China di Indonesia

Gubernur Sulut S.H. Sarundajang, dalam pertemuan antara Pemerintah Indonesa dan China. SULUT,... 

HUT ke-12 Kota Tomohon, DPRD Tomohon Gelar Rapat Paripurna

Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-12 Kota Tomohon TOMOHON, (manado24.com) – Memperingati... 
Minahasa Advertisement

Join us on